Awasi Distribusi BBM & Gas Bumi, BPH Migas Siap Gandeng BAIS TNI

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 23:53 WIB
BPH Migas
Foto: BPH Migas
Jakarta -

BPH Migas kedatangan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Kamis (21/1). Kunjungan Joni ke kantor BPH Migas dalam rangka persiapan penandatangan MoU terkait pengawasan dan penyediaan dan pendistribusian BBM dan Gas Bumi melalui Pipa.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa bersama Komite BPH Migas Harry Pratoyo, Saryono Hadiwidjoyo, M Lobo Balia, dan hadir melalui zoom Ahmad Rizal, Sumihar Panjaitan, dan Jugi Prajogyo.

Dalam sambutannya Fanshurullah Asa atau yang biasa disapa Ifan ini mengucapkan terima kasih atas kedatangan BAIS TNI ke kantor BPH Migas sembari memperkenalkan jajaran BPH Migas dan menjelaskan terkait BPH Migas yang merupakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi yang berbeda dengan BP Migas yang sekarang menjadi SKK Migas yang menangani bagian hulu.

Ia menuturkan sesuai UU Migas, BPH Migas bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Selain itu, anggaran yang digunakan oleh BPH Migas berdasarkan Iuran Badan Usaha Migas, walau ada beberapa hal yang menggunakan APBN.

"Pertama terkait pengawasan bersama di mana banyak penyimpangan-penyimpangan penggunaan BBM maupun gas melalui pipa yang ada, di mana BPH Migas memiliki PPNS untuk mengatasi penyimpangan tersebut dan yang kedua adalah pelatihan - pelatihan terkait intelijen yang dimaksud untuk meningkatkan kualitas tenaga BPH Migas terlebih untuk pengawasan terkait bbm satu harga, distribusi bbm subsidi maupun penugasan, juga gas lewat pipa," ungkap Ifan dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

"Sampai saat ini BPH Migas tidak memiliki perwakilan di daerah, sehingga kerja sama dengan BAIS akan sangat bermanfaat, terlebih BAIS memiliki jaringan di seluruh wilayah Indonesia," tambah Ifan.

Sementara itu anggota Komite BPH Migas M Lobo Balia mengapresiasi rencana kerjasama ini sekaligus menyatakan optimis karena baru melihat judul kerja sama dengan BAIS.

"Mafia migas akan mulai berpikir untuk tidak melakukan kerja-kerja menyimpangnya, oleh karena itu kerja sama ini sangat penting untuk diwujudkan," ujar Lobo.

Di sisi lain Anggota Komite BPH Migas Saryono Hadiwidjoyo menyatakan BPH Migas sebagai Pengatur punya keterbatasan karena keberadaan hanya di pusat. Saat ini masih sering terjadi penyelewengan, tentu kerja sama dengan BAIS akan meningkatkan kualitas pengawasan di lapangan.

Anggota Komite BPH Migas lainnya Harry Pratoyo menyampaikan terkait pengaturan dan pengawasan, BPH Migas serba salah terkait Pertamini yang ilegal, harga tidak terkontrol, tapi satu sisi masyarakat juga terbantu. Jumlahnya bisa puluhan ribu liter perhari.

"Saat ini BPH Migas sudah punya rencana pengalihan Pertamini, namun masalahnya juga belum tahu detail supply akurasi dari Pertamini, tentu kerja sama dengan BAIS diharapkan memberikan manfaat juga terkait hal ini," ujar Harry.

Kepala BAIS Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan keinginan kerja sama tidak lain untuk saling memperkuat yang diharapkan bisa mengatasi penyimpangan - penyimpangan yang ada. Adapun tugas utama BAIS antara lain menyuplai analisis-analisis intelijen dan strategis yang aktual maupun perkiraan ke depan yang biasa disebut jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang kepada Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan. Saat ini teknologi IT juga bagian dari ranah lingkup yang dikerjakan BAIS.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Sekretaris BAIS Marsda TNI Jemi Trisonjaya, Inspektur BAIS Brigjen TNI Sugiono, Dir D BAIS Marsma TNI Budi Sutriarso, Dir F BAIS Marsma M. Tawakal, Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro, Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur Gas Bumi BPH Migas Sentot Harijady BTP.

(ega/ega)