Jokowi: Yang Komentarin Gas dan Rem Mungkin Mudah, Praktik Sulit

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 16:59 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal kebijakan gas dan rem di tengah pandemi COVID-19. Jokowi mengatakan kebijakan ini sulit dipraktikkan.

"Penanganan COVID-19 semua negara juga merasakan betapa sangat sulitnya, 215 negara mengalami hal yang sama yang kita alami. Juga disambung dengan pemulihan ekonomi yang juga tidak mudah. Kedua hal tadi harus berjalan beriringan, mengatur manajemen gas dan rem, ini juga harus pas. Sesuatu yang tidak mudah dalam praktik," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2021, Kamis (21/1/2021).

"Kalau yang komentarin mungkin mudah, tapi mempraktikkan itu yang sulit," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan sejumlah peluang dan tantangan yang harus bersama dihadapi. Mulai dari upaya dan peluang di jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Dalam jangka pendek, misalnya, bantuan sosial serta bantuan bagi pelaku UMKM akan terus dilanjutkan. Protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19 juga termasuk tantangan dan upaya yang akan diwujudkan dalam jangka pendek ini.

Kemudian, dalam jangka menengah, Jokowi berbicara soal industri yang bakal dapat berkembang di masa pandemi saat ini. Tentunya hal tersebut harus disertai perubahan-perubahan perilaku yang selaras dengan protokol kesehatan di masa pandemi.

"Kalau ada yang bertanya, industri apa yang akan bertahan dalam situasi COVID-19 ini? Kalau saya melihat, ini perlu terus kita kembangkan: Satu, pangan. Kedua, farmasi dan rumah sakit. Tiga, teknologi jasa keuangan dan pendidikan," kata Jokowi.

Adapun dalam jangka panjang, Jokowi melihat dua peluang yang harus digarap oleh baik pemerintah maupun pihak dunia usaha, yakni produk dan ekonomi hijau serta digitalisasi.

Dengan menangkap semua peluang tersebut, Presiden berharap, mulai 2021, seluruh pihak dapat bersiap untuk bangkit dan melewati masa krisis sekaligus menjadikan Indonesia bertransformasi menuju sebuah kekuatan ekonomi baru dan menjadi negara maju.

"Tahun 2021 adalah momentum kita untuk bangkit. Jika kita mampu melewati masa krisis ini dengan baik, kita akan lebih siap menjawab tantangan-tantangan ke depan dan bertransformasi karena kita menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru, semakin tangguh, dan menjadi negara maju," ucap Jokowi. (dkp/tor)