Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Pemprov DKI Stok Daging Beku di 5 Pasar

Tiara Aliya - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:52 WIB
Pedagang daging sapi mogok jualan selama 3 hari akibat tingginya harga daging sapi. Hari ini merupakan hari kedua mereka mogok berjualan.
Hari kedua pedagang daging sapi mogok. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar.

"Dinas KPKP berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC) atau Pasar Mitra Tani menyediakan stok daging sapi beku di 5 tempat," kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati melalui keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Adapun kelima pasar itu adalah TTIC Pasar Minggu, TTIC Rawa Sari, TTIC Pangkalan Jati, TTIC Kalideres, dan TTIC Klender. Nantinya, masyarakat bisa membeli daging dengan maksimal harga Rp 90.000 per kg.

"Masyarakat Jakarta yang memerlukan daging sapi dapat membelinya di 5 TTIC di atas. Harga jual daging sapi di TTIC berkisar Rp 70.000-90.000/kg sesuai spesifikasi daging," terangnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan toko online untuk membeli kebutuhan daging masyarakat. Solusi ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan daging.

"Selain penjualan langsung (offline) daging sapi beku di tempat, TTIC juga melayani penjualan online dalam rangka memudahkan masyarakat mendapatkan daging beku yang berkualitas dan terjangkau. Masyarakat dapat mengaksesnya di Pasar Mitra Tani Gofood pada aplikasi Gojek," ucapnya.

Suharini menuturkan hingga kini Kementerian Perdagangan sedang koordinasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta. Kemendag meminta pedagang segera mengakhiri aksi mogoknya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan operasi pasar untuk memantau ketersediaan daging sapi. Sejauh ini, didapatkan segelintir pedagang sudah mulai membuka lapaknya.

"Pantauan petugas kami di pasar tradisional dan informasi dari Perumda Pasar Jaya hari ini di beberapa pasar, pedagang daging sapi sudah ada yang berjualan. Namun daging yang dijual merupakan stok daging sebelum aksi mogok," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pedagang daging sapi berencana melakukan mogok jualan. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan stok daging beku untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan daging di pasaran.

"Jika aksi mogok tersebut benar-benar terjadi, kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam rangka alternatif penyediaan daging sapi beku," kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati melalui keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Pemprov DKI menjamin stok daging sapi beku di DKI Jakarta dapat memenuhi kebutuhan selama jalannya aksi. Daging-daging ini sebelumnya disimpan di gudang penyimpanan daging yang berlokasi di PD Dharma Jaya.

Pedagang daging sapi mulai melakukan mogok jualan sejak Rabu (20/1). Rencana ini sebelumnya sudah disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi sebagai imbas tingginya harga sapi hidup di Australia.

(mae/mae)