Jeritan Hati Warga Medan, Rumah Kena Banjir Sebulan-Tak Bisa Jualan

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:47 WIB
Penyedotan banjir di Gang Subur Lama, Medan (Datuk Haris-detikcom)
Penyedotan banjir di Gang Subur Lama, Medan (Datuk Haris/detikcom)

Banjir di kawasan tersebut terjadi sejak 4 Desember 2020. Saat itu, daerah Gang Subur Lama menjadi salah satu lokasi yang terendam banjir besar Medan.

"Sejak 4 Desember 2020," kata salah satu warga, Yakub, Senin (18/1).

Dia menjelaskan air sempat surut. Namun drainase di wilayah itu ambruk sehingga banjir kembali terjadi karena hujan deras mengguyur.

"Pertama kan banjir besar, sekitar dua hari turun airnya. Drainasenya ambruk dan kemudian hujan lebat. Setelah itu airnya nggak turun-turun," ujar Yakub.

Yakub mengatakan banyak warga yang mengungsi karena banjir tak kunjung surut. Warga yang awalnya ngontrak di wilayah itu juga memutuskan pindah.
Pemko Medan juga telah buka suara terkait banjir ini. Pemko Medan memberikan penjelasan mengapa perbaikan drainase belum bisa dilakukan.

"Bisa seperti itu, tapi drainase di daerah itu adalah drainase lama berupa gorong-gorong yang ditanam kira-kira 3 meter di bawah tanah yang selama ini melewati lahan warga," kata Kadis PU Kota Medan Zulfansyah saat dimintai konfirmasi, Senin (18/1).

Zulfansyah menduga hal tersebut terjadi karena ada jual-beli lahan dan pemilik barunya tidak tahu soal gorong-gorong di lahan tersebut. Pemiliknya kemudian keberatan lahannya untuk dikorek, hingga terjadi kendala sampai saat ini.

"Kemungkinan terjadi jual-beli lahan, dan pemilik baru tidak mengerti bahwa ada gorong-gorong di lahan miliknya. Yang namanya gorong-gorong tua kemungkinan rusak pasti ada, tapi ketika kita akan memperbaiki, ini mengalami kendala, karena pemilik lahan merasa keberatan kalau lahannya dikorek untuk perbaikannya. Jadi kita tetap cari cara bagaimana persoalan di sana bisa selesai, personel kita sudah 1,5 bulan di sana terus, membantu warga di sana," ujar Zulfansyah.

Halaman

(haf/haf)