Lewat IMI, Bamsoet Beri Donasi Rp 50 Juta ke Korban Banjir di Kalsel

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 13:07 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) memberikan donasi Rp 50 juta dan paket sembako untuk korban banjir di Kalimantan Selatan.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) memberikan donasi Rp 50 juta dan paket sembako untuk korban banjir di Kalimantan Selatan. Sejak banjir melanda, IMI Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Edy Sudarmadi telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat Kalimantan Selatan. Adapun bantuan tersebut akan disalurkan melalui IMI Pengprov Kalimantan Selatan.

"Bukan tentang besar kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan wujud aksi nyata keluarga besar IMI bergotong royong membantu sesama saudara sebangsa yang terkena musibah. IMI bukan hanya organisasi yang fokus pada pengembangan industri dan olahraga otomotif, melainkan juga fokus pada pengembangan solidaritas sosial. Prinsipnya, IMI tak akan tinggal diam menyaksikan saudara sebangsa terkena musibah. Bantuan ini menjadi wujud solidaritas bahwa masyarakat Kalimantan Selatan tak sendirian menghadapi musibah banjir ini," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021).

Hal tersebut ia sampaikan saat penyerahan donasi secara simbolis untuk korban banjir Kalimantan Selatan, di Jakarta, Rabu (20/1).

Berdasarkan analisis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggunakan data satelit Himawari-8, liputan awan penghasil hujan terjadi sejak 12-13 Januari, dan masih berlangsung hingga 15 Januari 2021. Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan curah hujan inilah yang menjadi salah satu penyebab banjir di Kalimantan Selatan.

"LAPAN juga menganalisis luas genangan banjir yang terjadi dengan menggunakan data satelit Sentinel 1A pada 12 Juli 2020 (sebelum banjir) dan pada 13 Januari 2021 (saat/setelah banjir). Luas genangan tertinggi, sekitar 60 ribu hektar terdapat di Kabupaten Barito Kuala. Selanjutnya di Kabupaten Banjar sekitar 40 ribu hektar, dan Kabupaten Tanah Laut sekitar 29 ribu hektar," jelasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan per tanggal 19 Januari 2021, BNPB Kalimantan Selatan mencatat ada 3.138 KK dengan 6.690 jiwa yang menjadi korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sementara itu, ada 253 KK dengan 770 jiwa yang menjadi korban di Kabupaten Tabalong.

"Di Kabupaten Tapin ada 515 KK dengan 1.492 jiwa. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada 16.100 KK dengan 64.400 jiwa. Di Kota Banjarbaru ada 2.116 KK dengan 5.752 jiwa. Sementara di Kabupaten Balangan ada 6.235 KK dengan 19.100 jiwa," paparnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara ada 7.865 KK dengan 25.189 jiwa, serta di Kota Banjarmasin ada 15.909 KK dengan 51.453 jiwa.

Di Kabupaten Tanah Laut juga terdapat korban sebanyak 8.870 KK dengan 27.815 jiwa, dan di Kabupaten Banjar ada 30.778 KK dengan 120.416 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Barito Kuala ada 13.568 KK dengan 19.142 jiwa.

"Fasilitas dan infrastruktur terdampak banjir meliputi 58 tempat ibadah, 48 sekolah, 69.980 rumah tinggal, 14 jembatan, 15 warga meninggal dunia, dan 18.294 meter jalan raya yang rusak. Kita berharap setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Kalimantan Selatan pada 18 Januari 2021 kemarin, proses penanggulangan banjir bisa berjalan cepat. Sehingga masyarakat Kalimantan Selatan tak terlalu lama berada dalam kesulitan," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut turut hadir para pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Pengawas Kombes (Pol) Samsul Bahri; para Wakil Ketua Umum, Sadikin Aksa, Rifat Sungkar, Riyanto, dan Tengku Irvan Bahran.

Hadir pula Ketua dan sekretaris IMI DKI Jakarta, Ananda Eko dan Doddy; perwakilan IMI Kalimantan Selatan, Iwan Panji, serta para pengurus KONI DKI Jakarta, yakni Ketua Laksma TNI Djamhuron Wibowo, Sekretaris Umum, Jamron, dan Wakil Sekretaris Umum Suhendro Baskito.

Tonton video 'KLHK: Banjir di Kalsel Akibat Cuaca Ekstrem':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)