Jokowi Akan Putuskan Mekanisme Vaksin COVID-19 Mandiri, Ini Alasannya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 11:12 WIB
Presiden Jokowi setelah disuntik vaksin Corona
Presiden Jokowi (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki 10 ribu puskesmas hingga 30 ribu vaksinator. Ada juga sekitar 3.000 rumah sakit yang bisa dioptimalkan.

"Kemudian yang berkaitan dengan vaksinasi. Kunci yang kedua vaksinasi. Bagaimana bisa dipercepat, bagaimana bisa dilakukan sebanyak-banyaknya dalam tempo yang secepat-cepatnya, karena kita punya kekuatan 30 ribu, kurang-lebih 30 ribu vaksinator, ada kurang-lebih 10 ribu puskesmas, ada kurang-lebih 3.000 rumah sakit yang bisa kita gerakkan," ujar Jokowi.

Jokowi mengasumsikan, dengan 30 ribu vaksinator, bisa hampir 1 juta orang yang disuntik vaksin COVID-19 per harinya.

"Katakanlah ini hitung-hitungan ada 30 ribu vaksinator, satu hari bisa mengerjakan 30 orang yang divaksin, sehari. Berarti sudah hampir 1 juta. ini angka yang besar sekali, ini kekuatan kita ada di sini," ucapnya.

Kekuatan inilah yang dikatakan Jokowi tidak dimiliki negara lain. Karena itu, Jokowi meyakini vaksin COVID-19 bisa selesai dalam waktu setahun.

"Negara lain nggak punya, puskesmas nggak punya, kita memiliki, yang setiap tahun juga melakukan vaksinasi imunisasi terhadap anak-anak kita. Oleh sebab itu, itu terus kita dorong. Juga kesiapan vaksinnya jangan sampai terlambat," ujar Jokowi.

"Ini kenapa pernah saya bilang sebetulnya tidak ada setahun harusnya vaksinasi kita yang bisa kita selesaikan, karena angka-angkanya yang kita hitung kita bisa," imbuhnya.

Halaman

(dkp/imk)