Round-Up

Malang Mayat Bayi Dibuang Sebab Ibu Muda Malu Hubungan Terlarang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 07:07 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok. detikcom)
Jakarta -

Penemuan jasad bayi di sebuah kantong plastik membuat heboh warga Pulogadung, Jakarta Timur. Bayi malang itu rupanya dibuang oleh ibu kandungnya sendiri.

Jasad bayi itu ditemukan oleh pekerja Suku Dinas Air pada Selasa (19/1/2021) pagi. Bermula, ketika seorang saksi bernama Yogi Angga Pratama yang tengah membersihkan saluran air, melihat bungkusan plastik warna merah.

Saat hendak membuang bungkusan itu, Yogi justru menemukan jasad bayi malang tersebut. Tali pusat masih menempel pada bayi yang diduga baru saja dilahirkan.

"Saksi menemukan bungkusan plastik warna merah dipikir saksi sampah dan bungkusan tersebut dibuang atau dilempar ke samping kiri. Plastik tersebut robek dan mengeluarkan seorang bayi yang sudah tidak bernyawa berikut ari-ari bayinya," ujar Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi saat dihubungi wartawan, Selasa (19/1/2021).

Penemuan jasad bayi itu dilaporkan ke kepolisian. Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang merupakan ibu korban.

Polisi kemudian menginterogasi perempuan berusia 17 tahun itu. Kepada polisi, perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu menyebut melahirkan bayinya itu pada Minggu (17/1).

Pelaku mengaku melahirkan bayi itu di kamar mandi setelah sebelumnya merasakan mulas. Menurut pelaku, bayinya saat itu tidak mengeluarkan suara ketika dilahirnya, sehingga ia memasukkannya ke dalam tas kecil.

"Minggu malam dia mules-mules terus terasa mau buang air, keluar itu bayi. Tapi informasi dari ibunya sudah tidak kedengaran suaranya (bayi). Terus dimasukkan ke tas kecil dan disimpan di kamarnya," imbuh Beddy.

Pada Senin (18/1) malam, pelaku kemudian membuang jasad bayi di sungai di dekat rumah majikannya. Jarak dari rumah majikannya ke TKP sekitar 200 meter.

"Jadi tas itu ditenteng aja. Udah sampai sungai itu, dia simpan (tas isi bayi) ke sungai. Tapi kemudian gelondongan ke bawah," imbuhnya.

Hingga kemudian pada Selasa (19/1) pagi, jasad bayi itu ditemukan oleh saksi. Dari situlah, penelusuran pelaku dimulai.


Di halaman selanjutnya, pelaku mengaku bayi yang dilahirkannya itu hasil hubungan terlarang

Selanjutnya
Halaman
1 2