Round-Up

Sekolah Belum Buka Sebab Bagi Gubsu Prokes Belum Dipatuhi Ortu Siswa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 06:20 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi belum mengizinkan sekolah menggelar sistem belajar tatap muka. Pemprov Sumut mempertimbangkan situasi pandemi Corona yang semakin memburuk.

Edy khawatir bila sekolah tatap muka tetap dipaksakan, maka penyebaran virus Corona akan tidak terkendali. Ia tak ingin mengambil risiko.

"Tolong beri tahu ini, ini menjadi polemik. Kesehatan ini sangat berbahaya apabila anak-anak kita sekolah," kata Edy di SMAN 1 Medan, Rabu (20/1/2021).

Edy mengomentari para orang tua siswa yang sulit sekali mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya terkait masker.

Ia menduga bila para orang tua saja enggan menerapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan), maka anak-anak mereka akan sangat berisiko terpapar COVID.

"Orang tuanya saja susah diatur untuk disiplin 3M, itu protokol kesehatan, apalagi anak-anaknya. Pakai masker, nanti tidak pakai dia, dia main-main di sini, dia kena, terpapar, pulang, kena orang tua, kena kakeknya, kena temannya, habis nanti kita," ujar Edy.

Jumlah kasus di Sumatera Utara hampir menembus 19 ribu kasus. Edy khawatir rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien Corona.

Edy dan jajarannya akan terus membahas terkait sekolah tatap muka. Pemprov Sumut akan mengevaluasi kebijakan itu kembali pada Maret 2021.

"Tolong pahami semua. Sabar dulu, nanti di bulan Maret saya akan evaluasi kembali. Soal pendidikan jangan tanya sama orang politik, jangan sama orang ekonomi. Sama ahli-ahlinya. Dokter anak, psikologi anak, sehingga dia mempelajari pasti dampak dari tidak dilakukannya 3M itu," tutur Edy.

Sebelumnya, sempat beredar kabar Edy memarahi ulama asal Mandailing Natal (Madina) karena meminta sekolah dibuka untuk belajar tatap muka. Edy pun menepis dirinya memarahi ulama. Dia mengatakan dirinya hanya menjelaskan alasan belum memberi izin sekolah dibuka.

"Kondisi COVID-19 di Sumatera Utara itu perlu perhatian khusus sampai-sampai pemerintah menggelontorkan vaksin kepada tenaga kesehatan kita. Ini yang sedang berjalan. Sehingga bisa kita bayangkan ini kalau sekolah dibuka, orang tua kita saja masih sulit melakukan protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker, apalagi anak-anak kita. Itulah yang saya jelaskan," ucapnya, Senin (18/1).

"Tetapi masih tidak terima. Kalau tidak terima, pulang, ini adalah wewenang saya," sambung Edy.

(isa/ibh)