Saksi Ungkap Fredrich Enggan Tagih Fee Gegara Novanto Masih Pejabat Negara

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 23:14 WIB
Mantan kuasa hukum terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjalani sidang pembacaan putusan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). Majelsi hakim memutuskan memberikan hukuman kepada Fredrich 7 tahun penjara denda 500 juta rupiah dan subsider 5 bulan penjara. Grandyos Zafna/detikcom
Fredrich Yunadi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Saksi Sandi Kurniawan mengatakan Fredrich Yunadi dijanjikan mendapat fee Rp 2 miliar per satu surat kuasa atas kasus Setya Novanto. Namun Fredrich disebut sempat mengeluh karena Setya Novanto belum memberikan pembayaran.

"Pak Fredrich ngeluh 'Ini Pak Setnov belum bayar nih'," ujar saksi Sandi Kurniawan dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2021).

Sandi diketahui juga ikut menjadi bagian dalam menangani kasus Setya Novanto bersama Fredrich. Sandi mengaku sempat menawarkan diri untuk menagih Setya Novanto terkait pembayaran.

Namun, Fredrich menolak tawaran tersebut. Hal ini lantaran Fredrich tidak enak kepada Setya Novanto, yang saat itu menjabat Ketua DPR.

"Saya sempat tawarkan untuk saya tagihkan. Tapi Pak Fredrich bilang 'Jangan-jangan nanti dia tersinggung' kerana waktu itu masih jadi pejabat negara," kata Sandi.

Sandi menyebut pembayaran seharusnya dilakukan satu minggu setelah penandatanganan perjanjian. Menurutnya, Setya Novanto baru memberikan pembayaran uang pembayaran Rp 1 miliar.

"Biasanya begitu tanda tangan paling lama satu minggu dibayar seluruhnya. Biasa di kantornya (Fredrich) itu, itu meminta (dibayar) dimuka, untuk pembayaran jadi paling lama seminggu setelah tandatangan itu dibayarkan," tuturnya.

"Berjalannya pekerjaan juga belum dibayar, karena baru diberikan 1 miliar," kata Sandi.

Sandi sebelumnya menyebut, berdasarkan kesepakatan Fredrich mendapatkan fee Rp 2 miliar per satu surat kuasa atas kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Total, disebutkan, terdapat 10 surat kuasa yang dibuat dan ditangani Fredrich.

Diketahui, Fredrich menggugat Novanto terkait fee jasa kuasa hukum. Dia mencantumkan ada kerugian materiil dan imateriil di petitumnya yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Diketahui, dalam gugatan ini terdaftar dalam nomor perkara 264/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL tertanggal 20 Maret 2020.

Dilihat di petitum, Fredrich Yunadi menggugat Setya Novanto terkait fee jasa kuasa hukum. Dia mencantumkan ada kerugian materiil dan imateriil di petitumnya yang nilainya mencapai Rp 2 triliun.

"Menyatakan perbuatan Tergugat I dan Tergugat II yang tidak membayar seluruh biaya jasa kuasa hukum kepada Penggugat merupakan perbuatan wanprestasi," demikian bunyi salah satu petitum Fredrich.

(dwia/ibh)