Curah Hujan Picu Banjir Kalsel Capai 300 Mm, BMKG: Ini Dobel Ekstrem

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 22:39 WIB
Dampak banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas. Saat ini ada puluhan ribu warga Kalsel mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir.
Dampak banjir yang terjadi di Kalsel. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan soal cuaca ekstrem yang menjadi pemicu banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dwikorita mengatakan ada empat fenomena alam yang mempengaruhi curah hujan di Kalsel begitu tinggi.

Dia mengatakan fenomena ini terjadi bersamaan saat musim hujan di Indonesia. Dalam dua hari, curah hujan di Kalsel begitu tinggi.

"Jadi dalam 2 hari, curah hujan mencapai 300 mm. Padahal biasanya dalam kondisi normal, di musim hujan, di Kalimantan bulan Januari hanya 394 mm dalam 1 bulan," kata Dwikorita dalam acara d'rooftalk bertema 'Rentetan Bencana di Tanah Air' yang disiarkan di detikcom, Rabu (20/1/2021).

"Nah ini 300 mm dalam 2 hari. Jadi memang melompat peningkatannya. Fenomena ini gabungan dari La Lina, (angin) monsun Asia, Madden-Julian oscillation, dan fenomena lokal yang ada di sana," sambungnya.

Dia mengatakan curah hujan tersebut masuk ke kategori cuaca ekstrem. Sebab, curah hujan dalam dua hari tersebut berbeda tipis dengan curah hujan pada kondisi cuaca biasanya dalam kurun waktu sebulan.

"Yang jelas, kali ini ekstrem. Dikatakan ekstrem kalau lebih dari 150 mm dalam sehari. Ini dobel ekstrem. Dan seharusnya, rata-rata dalam sebulan itu 394 mm. Jadi ini memang ekstrem," ujar dia.

Dwikorita mengatakan curah hujan di Kalimantan akan berangsur berkurang hingga akhir Januari. Namun pada awal Februari curah hujan akan meningkat lagi.

Selanjutnya
Halaman
1 2