Arahan Jokowi soal Penerbangan dari Lokasi Sriwijaya Air Dievakuasi

ADVERTISEMENT

Round Up

Arahan Jokowi soal Penerbangan dari Lokasi Sriwijaya Air Dievakuasi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 21:31 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan sejumlah ahli waris dari korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Posko Darurat Evakuasi di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/1/2021). ANTARA FOTO/Setpres/Laily Rachev/Handout/wsj.
Foto: Antara Foto/Setpres/Laily Rachev


Menhub Lapor ke Jokowi: 40 Korban Teridentifikasi

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melaporkan progres evakuasi penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 kepada Presiden Jokowi.

Menhub Budi menjelaskan bahwa kegiatan pencarian dan pertolongan langsung dilakukan di saat SJ182 jatuh pada 9 Januari lalu. Gabungan Basarnas, TNI, Polri, KPLP, hingga Kemenhub langsung bereaksi setelah mendapat informasi dari AirNav Indonesia.

"Kegiatan pencarian korban dan serpihan pesawat dilakukan sejak lost contact pada 9 Januari pukul 14.40 WIB oleh Basarnas didasarkan informasi divisi AirNav Indonesia dengan melibatkan TNI, Polri, KPLP, Kemenhub," terangnya.

Budi menyebut hingga saat ini baru ada satu black box yang ditemukan, yakni flight data recorder (FDR). KNKT sendiri sudah berhasil membuka data FDR untuk menginvestigasi penyebab jatuhnya SJ182.

"FDR atau rekaman data penerbangan sudah ditemukan dan telah berhasil dibuka oleh KNKT untuk memperoleh informasi lebih jauh terkait dengan investigasi penyebab kecelakaan," ungkap Budi.

Namun Budi berharap black box kedua atau cockpit voice recorder (CVR) bisa segera ditemukan demi melengkapi hasil investigasi yang dilakukan KNKT. Terlebih, KNKT juga sudah mendirikan posko di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, untuk memudahkan operasi pencarian.

"Diharapkan CVR dapat segera ditemukan untuk lengkapi investigasi oleh KNKT. Saat ini KNKT juga telah mendirikan posko baru di Pulau Lancang untuk memudahkan operasi pencarian. Hal ini juga dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian yang sama di kemudian hari," pesan Budi.

Tidak hanya itu, Budi turut melaporkan hasil penemuan objek pencarian berupa anggota tubuh korban dan puing pesawat hingga hari ke-12 kepada Jokowi. Dia juga menyinggung total korban yang sudah berhasil diidentifikasi tim DVI (Disaster Victim Identification).

"Sampai hari ke-12, Basarnas sudah mengumpulkan 324 kantong bagian tubuh penumpang, 63 kantong serpihan kecil pesawat, 55 bagian potongan besar pesawat. Selanjutnya, penumpang sudah diidentifikasi oleh DVI RS Polri dan sudah diidentifikasi sebanyak 40 identitas dan sudah diserahkan 27 jenazah dan diserahkan ke ahli waris," tuturnya.

Terakhir, Budi menyebut jumlah santunan yang diberikan kepada keluarga korban. Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp 50 juta, sementara Sriwijaya Air memberikan Rp 1,25 miliar.


(aan/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT