Menhub Lapor Progres Evakuasi SJ182 ke Jokowi: 40 Penumpang Teridentifikasi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 15:29 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi mendatangi JICT, Jakarta. Kedatangannya untuk meninjau perkembangan pencarian-evakuasi korban dan material pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melaporkan progres evakuasi penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Laporan tersebut dia berikan saat Jokowi menyambangi JICT II untuk melakukan peninjauan siang ini.

"Assalamualaikum. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Bapak Presiden. Pertama kami ucapkan terima kasih banyak atas arahan presiden yang segera setelah terjadinya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Izinkan kami menyampaikan laporan kegiatan penanganan hingga hari ini sebagai berikut," ujar Menhub Budi Karya di JICT II, Rabu (20/1/2021).

Menhub Budi menjelaskan bahwa kegiatan pencarian dan pertolongan langsung dilakukan di saat SJ182 jatuh pada 9 Januari lalu. Gabungan Basarnas, TNI, Polri, KPLP, hingga Kemenhub langsung bereaksi setelah mendapat informasi dari AirNav Indonesia.

"Kegiatan pencarian korban dan serpihan pesawat dilakukan sejak lost contact pada 9 Januari pukul 14.40 WIB oleh Basarnas didasarkan informasi divisi AirNav Indonesia dengan melibatkan TNI, Polri, KPLP, Kemenhub," terangnya.

Budi menyebut hingga saat ini baru ada satu black box yang ditemukan, yakni flight data recorder (FDR). KNKT sendiri sudah berhasil membuka data FDR untuk menginvestigasi penyebab jatuhnya SJ182.

"FDR atau rekaman data penerbangan sudah ditemukan dan telah berhasil dibuka oleh KNKT untuk memperoleh informasi lebih jauh terkait dengan investigasi penyebab kecelakaan," ungkap Budi.

Namun Budi berharap black box kedua atau cockpit voice recorder (CVR) bisa segera ditemukan demi melengkapi hasil investigasi yang dilakukan KNKT. Terlebih, KNKT juga sudah mendirikan posko di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, untuk memudahkan operasi pencarian.

"Diharapkan CVR dapat segera ditemukan untuk lengkapi investigasi oleh KNKT. Saat ini KNKT juga telah mendirikan posko baru di Pulau Lancang untuk memudahkan operasi pencarian. Hal ini juga dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian yang sama di kemudian hari," pesan Budi.

Soal jumlah korban yang berhasil diidentifikasi ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2