Pemerintah Bakal Susun RUU Kepemilikan Senpi-Bahan Peledak, Ini Alasannya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 08:57 WIB
Ratusan senpi Illegal berhasil diamankan Direskrium Polda Metro Jaya, Minggu (15/11/2015). Ratusan senpi dan para tersangka itu diamankan oleh pihak berwajib selama operasi dalam kurun waktu 3 bulan. Terlebih dengan maraknya ancaman dan penembakan pelaku kejahatan di Ibukota yang semakn meresahkan masyarakat. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi senjata api. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah Pada Terorisme. Menindaklanjuti Perpres ini, RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak akan disusun.

Hal tersebut tertuang dalam lampiran Perpres Nomor 7 Tahun 2021, seperti dikutip, Rabu (20/1/2021). Alasan RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak disusun adalah tidak memadainya lagi payung hukum kepemilikan senjata api dan bahan peledak.

"Tidak memadainya lagi peraturan perundang-undangan mengenai kepemilikan senjata api dan bahan peledak, yang berakibat pada kurang efektifnya kontrol dan pengendalian terhadap penggunaan senjata api dan bahan peledak," tulis lampiran Perpres Nomor 7 Tahun 2021, pada bagian permasalahan.

Untuk itu, pemerintah melakukan strategi dengan penyusunan RUU tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. Hasilnya, diharapkan keluarnya naskah akademik dan RUU.

Untuk RUU Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak, pihak yang bertanggungjawab adalah TNI, Polri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Keluaran: Tersusunnya naskah akademik dan RUU tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak," tulis lampiran Perpres.


Strategi ini untuk mencegah dan menanggulangi ekstremisme, yang mengarah pada terorisme. Untuk menindaklanjuti Perpres RAN PE ini, dalam lampiran juga tertuang program-program yang harus dilakukan untuk mewujudkan RAN PE ini. Salah satunya adalah terkait program yang bertujuan meningkatkan efektivitas pemolisian masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Simak juga video 'Selain Narkoba, Polisi Temukan Senpi dari Suami Nindy Ayunda':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya, di halaman berikutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2