Gempa di Gunung Kidul, BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Retak

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 08:51 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Foto ilustrasi gempa bumi. (iStock)
Gunung Kidul -

Gempa dengan magnitudo (M) 5,0 terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dirasakan hingga Pacitan serta Trenggalek, Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga tetap tenang.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

BMKG meminta warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa di Gunung Kidul. Selain itu, warga diimbau memastikan keamanan bangunan tempat tinggalnya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tutur Bambang.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang timbul akibat gempa di Gunung Kidul itu. Bambang mengatakan hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

"Hingga hari Rabu, 20 Januari 2021 pukul 04.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata dia.

Gempa di Gunung Kidul ini dilaporkan terjadi pada pukul 03.11 WIB. Gempa berpusat di laut, 116 km barat baya Gunung Kidul. Gempa ini juga dirasakan dalam skala II-III MMI di Pacitan dan skala II MMI di Trenggalek, Jawa Timur.

Skala II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sementara skala III berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seolah ada truk berlalu.

Tonton juga video 'Yogyakarta Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,0':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/dkp)