Round-Up

Kala Gubsu Edy Bicara Ulama Jangan Paksa Umara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 23:24 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah)/(Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah)/(Ahmad Arfah-detikcom)

Dia mengatakan sekolah tatap muka belum diizinkan demi mencegah penyebaran virus Corona kepada para siswa dan guru. Dia mengaku tak akan melarang sekolah tatap muka jika pandemi Corona berakhir.

"Kalau tidak ada COVID-19, saya paling senang sekolah ini dibuka. Ini untuk antisipasi, saya bilang ayahanda-ibundanya saja paling susah itu pakai masker. Bagaimana anak-anaknya," ujar Edy.

Dia kemudian memaparkan kasus positif Corona di Sumut yang telah menembus angka 19 ribu. Edy pun bercerita soal besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk perawatan pasien yang harus diisolasi di rumah sakit.

Singkat cerita, Edy tetap menolak permintaan ustaz tersebut soal sekolah tatap muka. Dia menyebut ustaz tersebut kemudian membuat cerita di media sosial.

"Akhirnya ada ulama laporan kepada medsos, lapor kepada media. Bapak bupati dan wali kota, dan perlu sampaikan kepada bapak bupati-wali kota semuanya. Kalau ada persoalan formal, tentang pendidikan bapak bupati lah yang menghadap gubernur. Jangan ajak tokoh agama suruh hadap gubernur. Nanti tak kena dia," sebut Edy.

Edy mengatakan ada batasan antara peran ulama dan umara atau pemerintah. Dia meminta ulama tak memaksa pemerintah terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi Corona.

"Saya umara, ulama berikan petunjuk kepada saya. Batasan ulama adalah memberikan fatwanya, hukumnya A, begini suratnya, begini hukumnya. Tinggal kamu laksanakan selaku umara, terserah kamu, urusan kamu sama Allah. Itu ulama," ujar Edy.

"Jangan ulama memaksakan umara. Tetapi, umara pun jangan sok jago, tak cukup ilmunya umara itu. Yang jago adalah ulama," sambung Edy.

Halaman

(jbr/idh)