Round-Up

Sengkarut Tewasnya Haji Permata Saat Bea Cukai Kejar Mafia Mulai Diusut

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 22:35 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Internet)
Pekanbaru -

Kasus penembakan pengusaha asal Kepulauan Riau (Kepri), Haji Permata, oleh petugas Bea-Cukai Kepri dalam operasi penangkapan kapal penyelundup rokok ilegal memasuki babak baru. Polda Kepri telah melimpahkan laporan polisi terkait dugaan pembunuhan yang dibuat oleh pihak keluarga Haji Permata, ke Polda Riau.

"Untuk laporan polisi dari keluarga korban terhitung mulai Senin (18/1) sudah resmi dilimpahkan ke Polda Riau," kata Direktur Ditreskrimum Polda Riau Kombes Teddy kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Teddy menuturkan lokasi kejadian di sebuah sungai di Kabupaten Karimun. Teddy mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa belasan saksi yang merupakan warga di lokasi kejadian.

"Sudah kami olah TKP dari Polda Riau dan Polres kemarin. Langsung di lokasi sungai sesuai keterangan saksi. Olah TKP sifatnya masih sementara saja. Untuk kronologis sementara belum dapat disampaikan sebab baru versi masyarakat," kata Teddy.

Teddy menyebut Pihak Bea-Cukai Kepri belum diperiksa. Saksi yang telah dipanggil ada 13 orang. Semuanya dari masyarakat. Dari pihak Bea-Cukai belum hadir. Baru dari masyarakat," sambung Teddy.

Teddy juga mengungkap dalam peristiwa tersebut, ternyata tak hanya Haji Permata yang ditembak, melainkan dua anak buahnya ikut dilumpuhkan petugas Bea-Cukai. Dua orang yang tertembak adalah Daeng dan Bahar, yang adalah anak buah Haji Permata, yang saat kejadian berada di satu kapal.

"Sejauh ini ada tiga orang, salah satunya adalah Haji Permata yang tertembak. Ini sedang kami dalami. Mereka satu kapal, kena tembak juga dan masih dirawat di rumah sakit," jelas Teddy.

Dalam kesempatan terpisah, Kanwil Ditjen Bea-Cukai Khusus Kepri melakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun pasca-pengungkapan kejadian penembakan Haji Permata oleh petugasnya. Pertemuan ini digelar untuk menciptakan situasi tetap kondusif di wilayah Karimun.

Kepala Kanwil DJBC Kepri Agus Yulianto mengaku mendapat informasi soal adanya pergerakan sejumlah orang terkait pengungkapan kasus tersebut. Dia juga menjelaskan soal kronologi kasus kepada Forkopimda Kabupaten Karimun.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3