Jokowi Batal ke Majene karena Jalan Kembali Tertimbun Material Longsor

Mohammad Qadri - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 15:56 WIB
Jalan dari Mamuju menuju Majene, Sulbar kembali tertimbun longsor
Jalan dari Mamuju menuju Majene, Sulbar, kembali tertimbun longsor. (Foto: dok. Istimewa)
Mamuju -

Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau daerah yang terkena dampak gempa bumi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), batal. Agenda itu dibatalkan karena terjadi longsor yang menutup ruas jalan Mamuju-Majene.

"Agenda Pak Presiden Jokowi ke Kecamatan Malunda, Kabupaten Majenne, batal. Pertimbangannya kondisi cuaca yang buruk yang menyebabkan seringnya terjadi longsor. Informasi yang kami terima, longsor kembali terjadi dan material menutupi badan jalan sehingga arus transportasi darat terputus," kata Wakil Komando Operasi Penanganan Bencana Sulbar Mohamad Idris saat dimintai konfirmasi detikcom pada Senin (19/1/2021) siang.

Mohamad Idris yang merupakan Sekretaris Daerah Sulbar menyebutkan bahwa longsor kembali terjadi di daerah Majene saat Presiden Jokowi meninjau korban gempa di pengungsian Stadion Manakarra, Mamuju. Idris mengungkapkan semula agenda Presiden Jokowi tiba di Sulbar adalah meninjau daerah yang terdampak gempa di Mamuju dan Majene.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi tiba hari ini di Mamuju dan langsung meninju kantor Gubernur Sulbar yang ambruk karena gempa. Selanjutnya, Jokowi juga meninjau pusat pengungsian korban gempa bumi di Stadion Manakarra, Kelurahan Rimuku, Mamuju Kota.

Jokowi meninjau kedua titik tersebut dengan didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Kepala BNPB Doni Monardo, hingga Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Presiden Jokowi memastikan rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 di Sulawesi Barat (Sulbar) akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan perbaikan rumah tersebut terbagi menjadi 3 kategori.

"Untuk yang rusak berat Rp 50 juta, untuk rusak sedang Rp 25 juta, dan untuk yang rusak ringan yang hanya retak-retak Rp 10 juta," kata Jokowi saat meninjau pusat pengungsian di Stadion Manakarra.

Tidak hanya rumah-rumah korban gempa, gedung-gedung pemerintahan yang ambruk juga akan segera diaudit dan diperbaiki.

"Dan tadi saya sudah sampaikan kepada Gubernur untuk gedung pemerintah setelah diaudit nanti segera dibangun kembali," kata Jokowi.

"Kemudian proses pelayanan di pemerintahan juga akan kembali normal," katanya lagi.

(aud/aud)