ADVERTISEMENT

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor, Eks Direktur Teknik Garuda Segera Disidang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 15:41 WIB
KPK memeriksa eks Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno. Ia diperiksa terkait korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat.
Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia Diperiksa KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK melimpahkan berkas perkara mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012 Hadinoto Soedigno ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (Jakpus). Hadinoto akan segera disidang.

"Hari ini, Yoga Pratomo selaku JPU KPK melimpahkan berkas perkara terdakwa Hadinoto Soedigno ke PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Ali menyebut penahanan Hadinoto telah beralih menjadi kewenangan PN Tipikor Jakarta Pusat. Hadinoto akan segera menjalani sidang perdana.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan," ucap Ali.

Ali mengatakan Hadinoto didakwa dengan dua dakwaan. Pertama Pasal 12 huruf a Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Dan Kedua Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Hadinoto Soedigno ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap yang menjerat mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar. KPK juga menjerat Hadinoto dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Adapun kasus yang tengah diusut KPK ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Emirsyah Satar. Sedangkan Hadinoto dijerat KPK sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012.

Emirsyah dan Hadinoto diduga KPK mendapatkan suap dari perantara bernama Soetikno Soedarjo. Oleh KPK, Soetikno disebut sebagai beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd serta pemilik dari PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

Hadinoto diduga menerima suap juga melalui Soetikno senilai USD 2,3 juta dan 477 ribu euro yang dikirimkan ke rekening miliknya di Singapura.

Namun berkas perkara Emirsyah dan Soetikno sudah lebih dulu dirampungkan KPK. Keduanya telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Emirsyah dijatuhi vonis hukuman 8 tahun penjara, sedangkan Soetikno dijatuhi vonis 6 tahun penjara.

Emirsyah terbukti menerima suap dari Soetikno terkait pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce serta pesawat Airbus, Bombardier, dan ATR. Total uang suap yang diterima Emirsyah Satar kurang-lebih setara dengan Rp 46 miliar.

Selain perkara suap, keduanya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Pencucian uang yang dilakukan Soetikno bersama Emirsyah Satar dari suap pengadaan pesawat tersebut.

(fas/ibh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT