Misteri King Maker di Kasus Djoko Tjandra Si Joker

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 12:06 WIB
Jakarta -

Ketukan palu hakim menandai putusan penjara 6 tahun untuk Andi Irfan Jaya. Putusan itu jauh lebih tinggi dari tuntutan jaksa, yaitu 2,5 tahun penjara, dalam perkara dugaan suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Andi Irfan Jaya terbukti berperan sebagai perantara suap dari Djoko Tjandra ke seorang jaksa bernama Pinangki Sirna Malasari. Baik Pinangki maupun Djoko Tjandra masih menjalani persidangan dalam perkara yang sama, tetapi belum sampai agenda putusan.

"Menjatuhkan hukuman pidana hukum kepada terdakwa Andi Irfan Jaya dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, dengan ketentuan apabila tidak tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 4 bulan," ucap ketua majelis hakim Ignasius Eko Purwanto saat membacakan amar putusan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (18/1) malam.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.Pinangki (Ari Saputra/detikcom)

Vonis yang lebih tinggi dari tuntutan itu dijatuhkan hakim lantaran Andi Irfan dianggap menutupi fakta yang ada. Keterangan Andi Irfan pun disebut berbelit-belit.

"Alasan pemberat perbuatan terdakwa membantu saksi Joko Soegiarto Tjandra menghindari pelaksanaan Putusan PK Nomor 12 tanggal 11 Juni 2009, dalam perkara cessie Bank Bali Rp 904 miliar yang saat ini belum dijalani. Terdakwa menyangkal atas perbuatannya dan menutup-nutupi keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara a quo," kata hakim Eko.

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara bersih bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui kesalahannya," tambahnya.

Suap yang diterima Andi Irfan dari Djoko Tjandra diperuntukkan bagi Pinangki. Hakim meyakini suap itu untuk kepentingan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang direncanakan dalam 'action plan' demi kebebasan Djoko Tjandra, yang berjulukan Joker.

Di sisi lain, ada fakta lain yang disampaikan majelis hakim mengenai 'king maker'. Siapa dia?

Selanjutnya
Halaman
1 2