Produsen Kosmetik Ilegal di Jakut Ditangkap, Omzet Bulanan Capai Rp 400 Juta

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 11:26 WIB
Barang Dasar Kosmetik Ilegal Diamankan Polisi di Jakarta Utara
Barang Dasar Kosmetik Ilegal Diamankan Polisi di Jakarta Utara (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap seorang ibu berinisial R alias I terkait pembuatan kosmetik ilegal di Jakarta Utara. R disebut sudah menjual kosmetik ilegal ini selama 20 tahun.

"Tersangka inisial R alias ibu I terkait kasus memproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik tanpa izin edar," kata Dirtipid Narkoba, Brigjen Krisno Halomoan Siregar, dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

Awalnya Krisno mengatakan pihaknya mendapatkan laporan terkait adanya produksi kosmetik ilegal atau tanpa izin edar di beberapa lokasi di wilayah Jakarta Utara. Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak kepolisian bergerak ke sejumlah lokasi, pada Rabu (13/1).

"Di TKP pertama menemukan BB kosmetik ilegal (tanpa izin edar) dan beberapa produk izin edar dari BPOM RI sudah mati (kadaluwarsa)," ucapnya.

Krisno menyebut selanjutnya pihak kepolisian bergerak ke salah satu rumah produksi kosmetik ilegal itu di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Sejumlah barang bukti bahan kimia pun ditemukan di lokasi.

"Menemukan tempat produksi di sebuah rumah (TKP kedua) serta berhasil menyita bahan-bahan kimia (prekursor) dan alat-alat atau mesin yang diduga digunakan untuk memproduksi kosmetika ilegal," ujarnya.

Krisna mengungkap R ternyata sudah menjalani bisnis kosmetik ilegal ini selama 20 tahun. Dari hasil penjualannya, R meraup omzet hingga Rp 400 juta setiap bulan.

"Omzet per bulan selama masa pandemi kisaran Rp 300-400 juta dijual online (e-commerce), harga kosmetik bervariasi antara Rp 50-150 ribu per item," ungkap Krisno.

Saat ini tersangka R sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Atas perbuatannya, R dikenai Pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

(maa/tor)