Round-Up

Ragam Alasan Corona Meningkat di Ibu Kota Meski Pembatasan Diperketat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 22:03 WIB
TPU Srengseng Sawah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini dipakai untuk pemakaman jenazah pasien COVID-19. Hal ini menyusul makam di dua TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur untuk COVID-19 di blok muslim dinyatakan penuh.
Ilustrasi (Dedy Istanto/detikcom)
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta sudah diperketat menjadi PSBB sejak sepekan lalu. Namun kasus Corona masih terus meningkat. Pemprov DKI Jakarta mengemukakan beragam alasan menjawab penyebab meningkatnya kasus COVID-19 ini.

Peningkatan kasus baru COVID-19 di DKI Jakarta terus berlangsung. Angkanya terus saja berkisar di atas 2.000, bahkan 3.000. Berikut ini angkanya, sebagaimana disampaikan Satgas COVID-19:

11 Januari 2021: 2.461 kasus
12 Januari 2021: 2.669 kasus
13 Januari 2021: 3.476 kasus
14 Januari 2021: 3.165 kasus
15 Januari 2021: 3.095 kasus
16 Januari 2021: 3.536 kasus
17 Januari 2021: 3.395 kasus
18 Januari 2021: 2.361 kasus

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan alasan peningkatan kasus COVID-19, meski Jakarta memberlakukan pembatasan sosial.

1. Jakarta Ibu Kota

Alasan pertama adalah karena Jakarta adalah Ibu Kota Negara. Banyak orang dari berbagai daerah dan berbagai negara keluar masuk area ini.

"Angka di Jakarta tinggi karena Jakarta sebagai ibu kota, tempat transit masuknya masyarakat dari dalam dan luar negeri, daerah, dan sebagainya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin (18/1/2021).

Alasan selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2