Alasan Andi Irfan Jaya Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan di Kasus Fatwa MA

Zunita Putri - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 21:43 WIB
Tersangka skandal suap Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya (AIJ) selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Irfan bungkam.
Andi Irfan Jaya (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis kepada Andi Irfan Jaya yang merupakan perantara suap Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan. Vonis hakim ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya 2,5 tahun penjara. Apa pertimbangan hakim?

Hakim ketua Ignasius Eko Purwanto memaparkan poin-poin pemberat Andi Irfan. Salah satunya adalah keterangan Andi Irfan yang berbelit-belit dan dinilai menutupi fakta yang ada.

"Alasan pemberat perbuatan terdakwa membantu saksi Joko Soegiarto Tjandra menghindari pelaksanaan putusan PK nomor 12 tanggal 11 Juni 2009, dalam perkara cessie Bank Bali Rp 904 miliar yang saat ini belum dijalani. Terdakwa menyangkal atas perbuatannya dan menutup-nutupi keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara a quo," kata hakim Eko dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2021).

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam penyelenggaraan negara bersih bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui kesalahannya," tambahnya.

Adapun hal meringankannya adalah Andi Irfan berperilaku sopan. Andi Irfan juga disebut hakim tidak menikmati uang USD 500 ribu dari Djoko Tjandra.

"Terdakwa bersikap sopan di sidang, terdakwa adalah tulang punggung keluarga, mempunyai tanggungan anak masih kecil, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa tidak menikmati hasil tindak pidana yang dilakukannya," tegas hakim.

Sebelumnya, Andi Irfan Jaya dinyatakan hakim bersalah melanggar Pasal 11 dan Pasal 15 juncto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan hukuman pidana hukum kepada terdakwa Andi Irfan Jaya dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, dengan ketentuan apabila tidak tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 4 bulan," ucap hakim Eko saat membacakan amar putusan.

Andi dinyatakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta bersalah karena menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra terkait upaya fatwa MA. Putusan ini diketahui lebih dari tuntutan jaksa.

Sidang sebelumnya, Andi Irfan dituntut jaksa 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan. Andi Irfan diyakini terbukti menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra terkait upaya fatwa MA.

(zap/eva)