Jasa Raharja Tetap Beri Santunan ke Korban SJ182 yang Tak Teridentifikasi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 20:19 WIB
Direktur Manajemen Risiko Dan Teknologi Informasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo
Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

PT Jasa Raharja akan memberi santunan ke korban Sriwijaya Air SJ182 yang telah teridentifikasi. Jasa Raharja memastikan santunan tetap akan diberikan ke keluarga korban yang tidak teridentifikasi.

"Ya prinsipnya dapat (santunan) sih ya, prinsipnya dapat. Nanti kita mencari cara untuk bagaimana korban itu dapat dokumennya (surat kematian). Yang penting dokumen kan," ujar Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja Wahyu Wibowo di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (18/1/2021).

Dia menjelaskan, korban Sriwijaya Air yang tidak teridentifikasi akan dinyatakan hilang. Untuk pemberian santunan ke korban yang tidak teridentifikasi, lanjutnya, Jasa Raharja akan melihat data manifes penerbangan.

"(Validitas korban Sriwijaya Air yang akan disantuni Jasa Raharja berdasarkan) dokumen misalnya dari manifes, masih bisa, kalau kita hanya manifes. Kalau untuk dokumen KK-nya dan sebagainya, ada semua, dokumen kepewarisan (ahli waris) hampir lengkap lah ya. Tinggal menunggu korbannya yang mana. Nanti ketika korban sudah ditemukan, terus kita bayarkan. Namun, ketika nanti dinyatakan tidak ketemu misalnya gitu, pasti nanti ada pengumuman bahwa itu dinyatakan hilang, itu sudah cukup (didata dari manifes)," terangnya.

"(Korban) dinyatakan hilang, artinya misalnya ada (berkas) manifes, namanya ada, terus tidak teridentifikasi, misalnya, itu sudah cukup (data untuk diberi santunan)," kata dia saat kembali dimintai konfirmasi.

Korban Sriwijaya Air yang tidak teridentifikasi, sambungnya, tetap akan mendapat santunan maksimal Rp 50 juta. Wahyu menjelaskan, ketentuan ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No 15 Tahun 2017.

"(Untuk update) ahli warisnya yang sudah menerima (santunan dari Jasa Raharja), itu sampai saat ini sudah 25. Yang lain itu masih menunggu kesiapan dari masing-masing ahli waris," tandas Wahyu.

Diketahui, ada 34 korban Sriwijaya Air SJ182 yang sudah teridentifikasi, di mana 5 korban baru teridentifikasi hari ini. Kelima korban baru itu adalah Didik Gunardi, Athar Rizki Riawan, Gita Lestari Dewi, Fathima Ashalina Marhen, dan Rahmania Ekananda.

Untuk korban-korban lainnya yang sebelumnya sudah teridentifikasi bernama Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satria Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, dan Agus Minarni. Korban bernama Ricko, Ikhsan Adhan, Supianto, Pipit Piyono, Mia Tresetyani, dan Yohanes Suherdi juga telah teridentifikasi.

Selain itu, korban atas nama Rosi Wahyuni, Rizki Wahyudi, Nelly, Beben Sopian, Makrufatul Yeti Srianingsih, Arifin Ilyas, dan Arneta Fauziah juga dapat diidentifikasi. Kemudian, korban bernama Fao Nuntius Zai, Yunni Dwi Saputri, Iu Iskandar, dan Oke Dhurrotu juga bisa dikenali.

Lalu ada satu korban teridentifikasi yang tidak diumumkan namanya karena permintaan keluarga.

(aud/aud)