Polisi Selidiki Kasus Pemuda Bawa Amunisi yang Diamankan Satpol PP Depok

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 19:39 WIB
Police line, garis polisi
Ilustrasi (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta -

Seorang pemuda diduga mabuk diamankan petugas Satpol PP Depok setelah kedapatan membawa senjata tajam dan amunisi. Kasus itu kini diselidiki Polsek Sukmajaya.

"Yang bersangkutan ini (diduga melanggar) UU Darurat, bukan percobaan pembunuhan," jelas Kapolsek Sukmajaya AKP Ibrahim Joao Sadjab saat dihubungi detikcom, Senin (18/1/2021).

Ibrahim mengatakan bahwa kasus pemuda berinisial N alias B itu masih diselidiki lebih lanjut. Ibrahim menepis informasi bahwa pemuda N melakukan percobaan pembunuhan.

"Ini masih saya lidik, tapi kemungkinan besar UU Darurat, kok beritanya di Instagram malah percobaan pembunuhan," ungkap Ibrahim.

Menurut Ibrahim, pelaku saat itu dalam keadaan mabuk. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku tidak ada indikasi percobaan pembunuhan.

"Ini kalo di BAP nggak ada niat ini, kita masih lidik dulu. Tapi kalau mengarah ke percobaan pembunuhan, saya rasa enggak, karena yang bersangkutan tadi ngakunya mabuk aja, itu aja," kata Ibrahim.

Diberitakan sebelumnya, pemuda itu ditangkap setelah kedapatan membawa senjata tajam dan amunisi di sebuah toko gipsum di Kecamatan Sukmajaya. Satpol PP Depok, yang saat itu sedang melakukan razia protokol kesehatan, kemudian menangkap pemuda tersebut.

"Intinya yang bersangkutan diamankan oleh anggota untuk kemudian diserahkan kepada yang berwenang (polisi)," ujar Kasatpol PP Depok Lienda Ratnanurdiany saat dihubungi detikcom, Senin (18/1).

Kejadian itu berawal ketika pemuda berinisial N ini menghampiri korban bernama Mahmud. Pemuda N saat itu menodongkan senjata tajam kepadanya.

Mahmud kemudian lari ke toko kusen milik kakaknya bernama Bahrul, yang persis berada di sebelah. Mahmud meminta pertolongan.

Kejadian itu menimbulkan kerumunan. Petugas Satpol PP yang saat itu ada di lokasi kemudian mengecek dan mengamankan pelaku tersebut bersama polisi.

(mea/mea)