Bantu Evakuasi Gempa di Sulbar, Brantas Abipraya Kerahkan Alat Berat

Inkana Putri - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 14:49 WIB
Brantas Abipraya mengerahkan alat berat berupa empat unit excavator, delapan unit dump truck 10.000 liter solar dan sembako ke lokasi gempa di Sulbar.
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala richter mengakibatkan sejumlah bangunan bertingkat di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, roboh. Gempa juga membuat beberapa akses jalan terputus akibat longsoran gempa.

Merespons hal ini, PT Brantas Abipraya (Persero) memberikan bantuan kepada korban bencana di Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1). Brantas Abipraya mengerahkan alat berat berupa empat unit excavator, delapan unit dump truck 10.000 liter solar dan sembako ke lokasi bencana.

"Atas nama Brantas Abipraya, kami turut berduka cita yang mendalam. Kami pun turut berbelasungkawa atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi yang terjadi di Majene-Mamuju. Kami tiba di lokasi bencana sejak Sabtu (16/01), siap membantu dan terus berkoordinasi terkait kebutuhan bantuan bagi korban, termasuk jika perlu penambahan alat berat lainnya," ujar Manajer Operasi 2, Divisi Operasi 2 Brantas Abipraya, Sofyan Saladin dalam keterangan tertulis, Senin (18/01/2021).

Sofyan mengatakan pihaknya menyadari alat berat sangat dibutuhkan untuk membongkar reruntuhan bangunan rumah dan gedung, tumpukan beton dan besi-besi. Adanya alat berat ini juga membantu membuka akses jalan dan membersihkan puing-puing. Melalui bantuan ini, ia berharap agar excavator tersebut dapat membantu mempercepat proses evakuasi para korban yang tertimpa reruntuhan.

Lebih lanjut ia menjelaskan Brantas Abipraya membawa langsung alat berat dari proyek terdekat yang sedang dikerjakan yaitu proyek PLTM Maiting Hulu di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Beberapa tim proyek pun ikut dikerahkan untuk membantu evakuasi para korban, yaitu proyek Daerah Irigasi (DI) Salugan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, proyek Irigasi Baliase di Sulawesi Selatan dan proyek Bendungan Budong-Budong di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono dalam kunjungannya ke lokasi bencana pada Minggu (17/01) mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembukaan akses jalan penghubung antara Majene dan Mamuju. Basuki juga menyampaikan selama dua minggu, pihaknya akan menyelesaikan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa, serta pembangunan fasilitas penunjang kebutuhan warga di pengungsian.

Brantas Abipraya mengerahkan alat berat berupa empat unit excavator, delapan unit dump truck 10.000 liter solar dan sembako ke lokasi gempa di Sulbar.Foto: Brantas Abipraya

Terkait hal ini, bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tim Brantas Abipraya turut membersihkan akses, membuka konektivitas jalan, dan mengevakuasi para korban yang berada di dalam bangunan runtuh.

Sofyan mengatakan pihaknya juga berkomitmen akan selalu siaga membantu Majene dan Mamuju. Adapun hal ini sebagai bukti konkret BUMN selalu ada untuk Sulawesi Barat dan Indonesia.

"Ya, sesuai yang disampaikan Menteri PUPR, kami akan bergegas membersihkan Mamuju dan Majene. Dapat dilihat keadaan di sini banyak longsoran tanah, batang pohon yang roboh hingga beton-beton yang runtuh dan berserakan, menutupi akses jalan penghubung. Kami harap alat berat serta personel kami juga dapat meringankan tugas Basarnas yang telah menurunkan tim SAR dalam proses evakuasi. Semoga Mamuju dan Majene dapat lekas pulih dan bangkit kembali," pungkasnya.

Sebagai informasi, gempa di Mamuju berpusat enam kilometer timur laut Kabupaten Majene 2,98 LS-118,94 BT pada kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan dengan magnitudo 6,2 kembali terjadi dan berlangsung selama 5 hingga 7 detik.

Getaran gempa terasa hingga Mamuju, Makassar dan Palu dan mengakibatkan sejumlah gedung rusak, termasuk Rumah Sakit Mamuju, Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan RSUD Mamuju. Gempa ini juga mengakibatkan longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, sehingga akses jalan terputus.

(akn/ega)