2 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air Asal Pontianak Diserahkan ke Keluarga

Adi Saputro - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 13:55 WIB
Penyambuatan kedatangan dua jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ182 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diwarnai suasana duka (Adi Saputro/detikcom)
Penyambuatan kedatangan dua jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ182 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diwarnai suasana duka. (Adi Saputro/detikcom)
Pontianak - Penyambutan kedatangan dua jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ182 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diwarnai suasana duka. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Gang Lamtoro Jalur 3, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat. Ada dua jenazah yang diantar ke rumah duka.

"Sebenarnya ada juga jenazah suami dari Makrufatul, yaitu Mulyadi, tetapi jenazahnya langsung dibawa ke Kabupaten Sintang," ujar Edi Rusdi Kamtono, Senin (18/1/2021).

Dalam kesempatan itu, Edi juga menyerahkan tali asih beserta dokumen kependudukan berupa akta kematian dan kartu keluarga. Dirinya berharap proses pemakaman berjalan lancar.

"Kita doakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan menghadapi cobaan ini," ucapnya.

Dia mengatakan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, tercatat ada 11 orang warganya yang ikut dalam penerbangan pesawat dalam rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu (9/1) lalu itu. Sementara ini, sudah ada empat jenazah korban Sriwijaya Air SJ182 yang telah tiba di Pontianak.

"Hingga saat ini pihak keluarga maupun Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu jenazah lainnya," katanya.

Penyambuatan kedatangan dua jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ182 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), diwarnai suasana duka (Adi Saputro/detikcom)Walkot menyerahkan dokumen kependudukan berupa akta kematian. (Adi Saputro/detikcom)

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, Erma Suryani, mengatakan pihaknya telah menerbitkan akta kematian bagi korban yang telah teridentifikasi. Sejauh ini telah ada enam dokumen akta kematian yang telah diterbitkan oleh Disdukcapil Kota Pontianak.

"Kita telah serahkan enam dokumen kependudukan berupa akta kematian kepada keluarga korban," tuturnya.

Bagi korban yang belum teridentifikasi, saat ini pihaknya terus menunggu informasi dari pusat. Menurut Erma, memang data awal masuk ke Kota Pontianak. Namun setelah dilakukan pengecekan pada data kependudukan atas nama Mulyadi masih tercatat sebagai warga Kabupaten Sintang.

"Kemudian untuk Putri Wahyuni, istri Ihsan Adhlan Hakim masih terdata sebagai warga Pekanbaru," ungkapnya. (jbr/jbr)