BMKG Perkirakan Kalsel Diguyur Hujan 3 Hari ke Depan, Warga Diminta Waspada

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 09:13 WIB
hujan rintik-rintik di payung
Ilustrasi hujan (Thinkstock)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan terjadinya hujan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam 3 hari ke depan. Warga pun diimbau tetap waspada akan potensi banjir hingga tanah longsor.

"Prospek tiga hari ke depan, hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan," Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin dalam keterangan tertulis, Senin (18/1/2021).

Syamsuddin mengungkapkan tidak semua daerah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Beberapa daerah, kata dia, berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

"Namun, yang perlu diwaspadai adalah beberapa daerah di Kalimantan Selatan bagian selatan dan barat, seperti wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kab Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin dan Hulu Sungai Selatan di mana wilayah-wilayah ini berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang," paparnya.

Menurutnya, intensitas hujan akan menurun pada akhir Januari. Namun, pada awal Februari akan ada peningkatan kembali.

"Intensitas hujan secara umum akan meluruh pada akhir Januari, namun ada peningkatan kembali pada awal Februari dalam kondisi normal sebagaimana siklus musim hujan," kata Syamsuddin.

Karena itu, Syamsuddin pun mengimbau warga tetap waspada dan berhati-hati. Terutama terhadap dampak yang ditimbulkan akibat hujan yang mengguyur.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrim dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan perihal pemicu cuaca ekstrim yang melanda Kalimantan Selatan beberapa hari ini. Menurutnya, cuaca ekstrem ini dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan Selatan yang labil.

"Adanya pergerakan suplai uap air dari Pasifik Timur ke Pasifik Barat (La Nina) serta suhu muka laut yang lebih hangat dari normalnya, mengakibatkan aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Selatan menjadi lebih signifikan. Selain itu, adanya pusaran angin tertutup (Sirkulasi Eddy) di sekitar Kalimantan mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Jawa hingga Kalimantan bagian Selatan dan Timur. Kondisi ini berpotensi menambah massa uap air dari Laut Jawa yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif yang masif di sekitar Kalimantan Selatan," papar Syamsuddin.

BMKG pun sebelumnya telah memberikan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang diterbitkan pada 10-15 Januari 2021 lalu. Peringatan dini tersebut dikirim melalui media sosial (Telegram dan WhatsApp) ke BPBD Propinsi/Kabupaten/Kota Kalimantan Selatan. Informasi Peringatan Dini Cuaca juga disebarluaskan melalui BIN, Polda Intel PAM Polda Kalimantan Selatan, Intel PAM TNI AU, Dinas PUPR dan ORARI.

Untuk diketahui, bencana banjir tengah melanda Kalimantan Selatan. Data terakhir dihimpun oleh BNPB pada Minggu (17/1), dilaporkan sebanyak 15 orang dari berbagai lokasi meninggal dunia akibat banjir tersebut.

Banjir yang menerjang 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan ini juga merendam 24.379 rumah. Akibatnya, 39.549 warga terpaksa mengungsi.

CT Arsa Foundation berkolaborasi dengan Dompet Amal Transmedia dalam melakukan penggalangan dana. Bantuan donasi bisa disalurkan melalui nomor rekening yang tertera dalam poster.

Transmedia bersama CT ARSA Foundation mengajak siapapun untuk peduli dan membantu saudara-saudara di Sulawesi Barat. Donasi dapat disalurkan ke rekening yang tertera pada poster.Transmedia bersama CT ARSA Foundation mengajak siapapun untuk peduli dan membantu saudara-saudara di Sulawesi Barat. Donasi dapat disalurkan ke rekening yang tertera pada poster. Foto: Transmedia-CT ARSA Foundation

Tonton video 'Basarnas Pantau Banjir Kalsel dari Udara, Petakan Wilayah Terdampak':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/bar)