Hadits tentang Kematian dan Manfaatnya Jika Banyak Mengingatnya

Puti Yasmin - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 16:43 WIB
Jemaah haji yang tengah berada di Madinah berbondong-bondong ziarah ke Baqi, pemakaman tempat Usman bin Affan dan para sahabat Nabi dikuburkan.
Foto: Ardhi Suryadhi/Hadits tentang Kematian dan Manfaatnya Jika Banyak Mengingatnya
Jakarta -

Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup. Bahkan, ada beberapa hadits tentang kematian guna mengingatkan umat Islam mengenai proses kehidupan yang normal.

Mengingat kematian memiliki banyak manfaat, misalnya hikmah mengingat mati adalah mengurangi hasrat duniawi. Sebab, dikutip dari buku 'Etika Islam: Menuju Evolusi Diri' karya Faidh Kasyani kebanyakan manusia jarang ingat kematian sehingga memengaruhi kegembiraan dan kesenangan terhadap dunia.

Dalam Quran surat An Nisa ayat 78, Allah SWT bersabda mengenai kematian pasti datang kepada setiap orang

Arab: اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

Latin: aina mā takụnụ yudrikkumul-mautu walau kuntum fī burụjim musyayyadah, wa in tuṣib-hum ḥasanatuy yaqụlụ hāżihī min 'indillāh, wa in tuṣib-hum sayyi`atuy yaqụlụ hāżihī min 'indik, qul kullum min 'indillāh, fa māli hā`ulā`il-qaumi lā yakādụna yafqahụna ḥadīṡā

Artinya: Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah," dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muham-mad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"

Hadits tentang Kematian dikutip dari buku '1100 Hadits Terpilih' karya Muhammad Faiz Almath:

1. Berdasarkan hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, "Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka."

Hadist tentang kematian bisa datang kapan saja tanpa diduga ini mengartikan seorang mukmin sudah mempunyai bekal dan persiapan dalam menghadapi maut setiap saat, sedangkan orang durhaka tidak.

2. Berdasarkan hadits riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jangan lah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah."

3. Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan agar manusia tidak meminta suatu kematian, berdasarkan hadits riwayat Bukhar, "Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, "Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku."

4. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda "Tuntunlah orang yang menjelang wafat dengan ucapan laailaaha illalah (maksudnya, agar dia mau meniru ucapannya).

5. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga hal yang mengikuti mayit setelah kematiannya. Hal itu diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim

"Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya, dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya.

Semoga hadits tentang kematian bisa menjadi nasehat bagi kita semua.

(pay/erd)