Wiku: Harusnya Satgas COVID DKI-Aparat Bubarkan Kerumunan Pelayat Habib Ali

Rahel Narda - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 08:08 WIB
Jakarta -

Kerumunan para pelayat Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf memenuhi kawasan makam Habib Kuncung, Jakarta Selatan (Jaksel). Satgas COVID-19 mengatakan seharusnya Satgas COVID-19 daerah mengingatkan dan membubarkan para pelayat.

"Seharusnya Satgas Daerah dan aparat yang seharusnya mengingatkan dan membubarkannya agar tidak timbul penularan," kata Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito saat dihubungi, Sabtu (16/1/2021) malam.

Wiku juga mengatakan masyarakat dapat memberikan doa tanpa harus berkerumun. Menurutnya, masyarakat dapat berdoa sambil menjaga jarak.

"Mari kita hormati dan memberi doa tidak harus dengan berkerumun tetapi berjarak atau dari jauh saja. Mari kita saling melindungi dan menjaga sesama kita dari ancaman tertular COVID-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiku juga meminta setiap elemen masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia menyebut kerumunan saat menghadiri pemakaman dapat mempermudah penyebaran COVID-19.

"Dalam masa pandemi masyarakat mohon tetap disiplin protokol kesehatan. Menghadiri pemakaman berkerumun dan berdempetan akan memudahkan terjadi penularan meski sudah menggunakan masker. Intinya, protokol kesehatan 3M harus dijalankan semuanya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, lokasi pemakaman Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dipadati masyarakat yang hendak melayat pada Sabtu (16/1) pagi. Polisi dan TNI berjaga-jaga di lokasi.

Pantauan detikcom di makam Habib Kuncung, Jalan Rawajati Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (16/1), sekitar pukul 08.30 WIB, pelayat berbaju putih mulai berdatangan. Jl Rawajati menjadi tidak bisa dilewati.

Petugas gabungan TNI-Polri terlihat bersiaga mengurai kepadatan. Tujuannya supaya mobil jenazah dapat melintas masuk ke area pemakaman.

Sekitar pukul 10.00 WIB, massa sempat memaksa masuk ke area pemakaman. Polisi yang berjaga-jaga langsung mencegah. Polisi meminta para pelayat mundur.

(hel/dnu)