Temuan Tim SAR Malam Ini: 3 Kantong Bagian Tubuh-5 Kantong Serpihan SJ182

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 20:35 WIB
Identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri. Total sudah ada 17 korban yang telah teridentifikasi.
Ilustrasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Tim SAR gabungan pada hari kedelapan ini masih terus melakukan evakuasi atas jatuhnya Sriwijaya Air SJ182. Malam ini tim SAR gabungan menyerahkan tiga kantong body part, 1 kantong berisi properti korban, dan 5 kantong serpihan pesawat.

Pantauan detikcom, awalnya kapal dari Bakamla mendarat lebih dulu di JICT II pada pukul 18.10 WIB. KRI Kurau itu membawa empat kantong yang terdiri atas properti korban, body part, dan serpihan.

"Dari Bakamla melalui tim SAR yang sudah berada di lapangan. Pada sore hari ini secara resmi menyerahkan 4 kantong yang terdiri dari properti korban, ada kantong yang berisi bagian tubuh korban dan serpihan pesawat," ujar Kolonel Bakamla Ropitno di JICT II kepada wartawan, Sabtu (16/1/2021).

Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI Rasman MS tak lupa selalu mengucapkan terima kasih atas penemuan ini. Dia juga menjelaskan bahwa dari 1 kantong properti itu berisi pakaian dan identitas korban.

"Baik, terima kasih dari Bakamla telah menyerahkan kepada kami berupa 2 kantong body part, 1 kantong berupa properti, berupa pakaian, kemudian ada identitas lain dan 1 kantong serpihan pesawat," jelas Rasman.

Kemudian, pada pukul 18.55 WIB, KRI Kurau menyusul dan ikut merapat di JICT II. KRI Kurau membawa 5 kantong yang terdiri dari 4 kantong serpihan badan pesawat dan 1 kantong berisi body part.

"Saya Komandan KRI Kurau 856 dari tim SAR TNI AL, malam ini membawa 5 kantong yang terdiri dari 4 kantong serpihan badan pesawat, kemudian 1 kantong berisi potongan tubuh. Selanjutnya kami serahkan kepada Basarnas," jelas Komandan KRI Kurau Mayor Laut Nur Rochim.

Rasman menyebut penemuan-penemuan yang terus didapat ini sangat berarti. Sebab, hal tersebut sangat membantu tim DVI dan KNKT dalam melakukan identifikasi.

"Dan ini sangat berarti untuk tim khususnya dari KNKT maupun dari DVI untuk melaksanakan identifikasi. Selanjutnya objek pencarian tersebut saya serahkan kepada DVI dan KNKT untuk proses lebih lanjut," tutupnya.

(rfs/rfs)