COVID-19 Naik Terus, MPR Minta Ketegasan Pemerintah Terapkan Prokes

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 17:50 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyoroti efektivitas langkah pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. Hal ini melihat jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia semakin meningkat.

Menurutnya, kondisi ini mengindikasi bahwa pemerintah harus lebih fokus memprioritaskan, serta meningkatkan efektivitas kerja dalam menekan laju pandemi.

"Pemerintah seharusnya mampu menekan laju penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia dengan berbagai sumber daya yang dikelola oleh pemerintah. Apalagi, pemerintah juga telah dibekali dengan anggaran yang sangat besar untuk penanganan dan penekanan laju pandemi COVID-19," ujar Syarief dalam keterangannya, Sabtu (16/01/2020).

Syarief mengatakan kasus harian positif COVID-19 di Indonesia kembali mencetak rekor dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, kenaikan kasus positif harian mencapai 14.224 kasus pada Sabtu (16/01).

Adapun angka ini adalah angka kasus harian tertinggi sejak COVID-19 masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Dengan demikian, total kasus COVID-19 di Indonesia per hari ini menjadi 896.642 kasus dan 25.767 diantaranya meninggal dunia.

Tak hanya itu, angka ini juga menempatkan Indonesia pada peringkat 3 negara dengan kasus positif tertinggi di Asia. Bahkan, jumlahnya melampaui kasus positif di China. Berdasarkan data Worldometers, jumlah kasus positif COVID-19 di China hanya 87.844 kasus, dengan rata-rata kasus harian sebulan terakhir di bawah 10 kasus.

Data dari World Health Organization (WHO) pun menunjukkan positivity rate Indonesia terus naik. Sebagaimana diketahui, positive rate adalah persentase kasus positif dibanding total kasus yang diperiksa. Adapun positivity rate di Indonesia sebesar 25,07 persen atau jauh melampaui standar aman milik WHO, yakni di bawah 5 persen.

Merespons hal ini, Syarief pun mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan melalui pendekatan penyelesaian dari hulu ke hilir.

"Lebih baik fokus dulu dalam menghambat laju penyebaran COVID-19. Sebab, kondisi ini akan terus berpengaruh terhadap ekonomi, sosial dan sektor lainnya jika hulu masalahnya tidak diselesaikan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menekankan agar pemerintah sebaiknya menunjukkan ketegasan dan tidak pandang bulu dalam implementasi protokol kesehatan. Mengingat saat ini banyak kasus bermunculan lantaran ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Banyaknya kasus disebabkan oleh karena kurangnya kepatuhan terhadap protokoler kesehatan. Pemerintah harus mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan bersikap tegas tidak pilih kasih dalam implementasi new normal," tegasnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mendorong Pemerintah untuk segera mempercepat vaksinasi, khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu.

"Vaksinasi ini penting agar kekebalan tubuh masyarakat semakin meningkat dalam menghadapi pandemi yang tidak kunjung usai ini. Sembari, pemerintah harus sesegera mungkin menekan laju penyebaran COVID-19 yang terus bertambah," pungkasnya.

(mul/mpr)