Round-Up

Babak Anyar Kasus Grabtoko dalam Aksi Tipu-tipu Rp 17 Miliar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 07:34 WIB
Tertipu Grabtoko
Foto: Tertipu Grabtoko (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Kasus dugaan tindak pidana transaksi keuangan dan pencucian uang Grabtoko.com (Grabtoko) memasuki babak anyar. Terbaru, Bareskrim Polri telah memeriksa supervisor dan head sales perusahaan e-commerce itu.

Pemeriksaan terhadap internal Grabtoko dilakukan setelah hampir sepekan polisi menangkap sang bos, Yudha Manggala Putra (33). DIketahui, Yudha ditangkap di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/1) malam.

"Ada dua orang karyawan PT Grab Toko yang sudah dilakukan pemeriksaan, yaitu atas nama CD (30) selaku supervisor dan AR (39) selaku head sales," kata Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat konferensi pers virtual, Jumat (15/1/2021).

Ramadhan menuturkan pemeriksaan terhadap keduanya berlangsung kemarin, Kamis (14/1). Polisi juga berencana memanggil beberapa karyawan Grabtoko lainnya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Pemeriksaan berlangsung Kamis kemarin. Sedangkan lainnya akan dilakukan pemeriksaan pada minggu depan," tuturnya.

Kamis kemarin, Ramadhan menjelaskan Grabtoko melakukan tindak kejahatan ini sejak awal Desember 2020. "Bahwasanya tersangka telah mengoperasionalkan usahanya, yaitu PT Grab Toko, dengan melakukan pemberitaan berita bohong yang menyesatkan sehingga merugikan korban dalam jangka waktu mulai awal Desember 2020 sampai dengan awal Januari 2021," ungkap Ramadhan.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan bos Grabtoko.com (Grabtoko), Yudha Manggala Putra (33), diduga menggunakan uang konsumennya untuk berinvestasi dalam bentuk crypto currency. Sigit mengatakan dugaan tersebut akan diselidiki dalam berkas perkara terpisah dari berkas perkara yang saat ini disidik pihaknya, yaitu dugaan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.

"Pelaku juga disinyalir menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk crypto currency dan hal ini akan ditangani melalui berkas terpisah," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1).

Karena itu, kata Sigit, bos Grabtoko tak hanya dikenai pasal terkait Undang-Undang ITE. Tersangka Yudha juga dijerat undang-undang terkait tindak pidana penipuan dan transfer dana.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah," papar Sigit.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2