Cara Unik Bima Arya Beberkan Capaian Kinerja Kota Bogor di 2020

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 23:03 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Sepanjang 2020, Pemerintah Kota Bogor meraih beberapa penghargaan di antaranya juara Inovasi Daerah pada era new normal dan Kota Terinovatif Se-Indonesia. Tak hanya itu, inovasi Kota Bogor juga tampak dari terobosan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam menyampaikan capaian kinerja Pemerintah Kota Bogor di 2020 lewat sebuah video.

Capaian Pemerintah Kota Bogor terangkum dalam rekaman video berdurasi 7 menit 11 detik. Pada video tersebut Bima memaparkan berbagai program yang telah dilakukannya sembari bersepeda berkeliling spot-spot di Kota Bogor.

"2020 adalah tahun yang penuh dengan ujian. Ujian bagi keimanan, kepemimpinan dan kebersamaan bagi kita semua," ungkap Bima dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021).

Setelah memulai paparannya di Balai Kota Bogor, Bima bersama 9 pesepeda lain dari komunitas Bogor Road Bike beranjak melintasi Istana Bogor, Lawang Salapan, dan tiba di kaki Gunung Salak, kawasan Pamoyanan.

"Bulan Maret 2020 cobaan itu datang, pandemi COVID-19. Saya adalah pasien (COVID-19) pertama di Kota Bogor. Sampai akhir tahun tercatat ada 5.339 warga Bogor yang dinyatakan positif. 129 meninggal dunia dan ratusan warga masih dirawat," jelasnya.

Di titik ini, Bima juga menjelaskan situasi berat ini dapat dilihat dari data 77 persen warga Bogor yang penghasilannya terdampak COVID-19. Selain itu, ada 37 persen yang sempat kehilangan pekerjaan, dan 19 persen warga Bogor harus menjual asetnya untuk sekdar menyambung hidup.

Lebih lanjut Bima memaparkan beberapa kebijakan bantuan dalam penanganan pandemi sembari mengenalkan kawasan Mulyaharja.

"Untuk membantu warga yang tidak mampu ada Rp 44 miliar yang dikucurkan untuk 90 ribu keluarga di Kota Bogor. Kemudian ada bantuan iuran BPJS untuk sekitar 200 ribu warga senilai Rp 90 miliar. Dan bagi warga yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, ada program Jaringan Keluarga Asuh Kota (Jaga Asa) yang membantu sekitar 500 keluarga senilai Rp 500 juta," kata Bima.

Ia melanjutkan pihak Pemerintah Bogor telah memberi bantuan bagi RW Siaga COVID-19 senilai Rp 2,3 miliar, yang disalurkan kepada 797 RW se-Kota Bogor. Selain itu Bima didukung DPRD juga melakukan pemasangan wifi gratis di seluruh RW di Kota Bogor senilai Rp 6 miliar.

Pada kesempatan ini Bima turut mengenalkan kampung Ciharashas yang diproyeksikan menjadi wisata alam Kampung Tematik.

"Salah satu bagian dari economic recovery dalam memenangkan perang melawan pandemi COVID-19 ini kami mendorong bangkitnya wisata alam tematik yang aman untuk wisatawan. Pemkot Bogor mengucurkan Rp 2,3 miliar untuk beberapa titik yang indah di Kota Bogor untuk dijadikan wisata alam. Salah satunya adalah di titik ini, di Mulyaharja, surga yang tersisa," jelasnya.

Adapun Bima melanjutkan kegiatan bersepedanya di Kebun Raya Bogor. ia memaparkan mengenai program pembangunan wilayah.

"Pembangunan tidak hanya di pusat kota. 2020 dikucurkan Rp 27 miliar untuk merenovasi 3.291 rumah tidak layak huni (RTLH). Dialokasikan juga Rp 11 miliar beasiswa bagi 933 siswa. Dan untuk mahasiswa berprestasi, 51 orang dikucurkan Rp 588 juta," tutur Bima.

Ia juga mengungkap telah mengalokasikan Rp 36 miliar untuk upaya pemberdayaan masyarakat. Sebagai hasil, Kampung Cikeas (Katulampa, Bogor Timur) memperoleh juara pertama penataan kampung se-Jawa Barat serta Kota Bogor meraih juara perencanaan pembangunan daerah.

Bima mengklaim, upaya pembangunan ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari DPRD Kota Bogor. Tak hanya itu, pihaknya pun telah berkolaborasi dengan Kabupaten Bogor dan Pemerintah Pusat untuk membuka akses exit tol KM 42 Jagorawi pintu Bogor Selatan sebagai jalur alternatif masuk ke Kota Bogor (via Parung Banteng). Upaya ini dilakukan untuk mengurangi beban kemacetan serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor.

Kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi juga dilakukan Bima dalam membangun infrastruktur transportasi. Ia menjelaskan, warga Kota Bogor dapat menikmati akses 13 kilometer dari ujung Kota Bogor di wilayah Kayumanis langsung menuju Jakarta melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).

"Di Bidang ekonomi, pemerintah kota mengelola bantuan dari pemerintah pusat sejumlah Rp 70 miliar untuk membantu 29.520 UMKM di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor juga mendapatkan Dana Insentif Daerah dari pemerintah pusat senilai Rp11 miliar untuk mendorong sektor ekonomi. Awal tahun ini Pasar Anyar Blok F tuntas direvitalisasi untuk menampung 700 UMKM, termasuk 150 PKL. Pemkot juga tuntas membangun gedung baru bagi Dekranasda untuk memasarkan 400 produk dari 87 UMKM di Kota Bogor," terang Bima.

Di akhir video, Bima juga mengungkapkan situasi 2021 diprediksi masih tidak akan mudah. Namun, ia meyakini Pemkot Bogor akan terus bersinergi serta berkolaborasi untuk melawan pandemi.

"Membangun Kota Bogor tidak bisa sendiri, melawan pandemi harus sinergi. Insyaallah Forkopimda kompak. 2020 masa yang tidak mudah. Tetapi kita tidak boleh menyerah. Bogor harus selalu melaju kencang," pungkasnya.

(akn/ega)