Update Banjir di Kalimantan Selatan: 2.600 Warga Mengungsi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 22:09 WIB
Sejumlah truk bermuatan barang tertahan di ruas jalan Ahmad Yani Km 55 akibat putusnya oprit jembatan,  di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). Ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan menghubungkan antar Kabupaten dan Kota bahkan Provinsi Kalimantan Timur putus akibat banjir yang merusak oprit jembatan Sungai Salim sejak Kamis (14/1/2021) pagi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.
Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Banjarmasin -

Banjir bandang merendam sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga saat ini. Basarnas mengungkapkan sudah ada 2.600 warga terdampak banjir yang mengungsi.

"Untuk banjir Kalsel, saat ini masih berlangsung proses evakuasi. Dan jumlah pengungsi saat ini berjumlah 2.600 orang," ujar Kepala Basarnas Marsma TNI Bagus Puruhito dalam jumpa pers di JICT II, Jumat (15/1/2021).

Sejumlah truk bermuatan barang tertahan di ruas jalan Ahmad Yani Km 55 akibat putusnya oprit jembatan,  di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). Ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan menghubungkan antar Kabupaten dan Kota bahkan Provinsi Kalimantan Timur putus akibat banjir yang merusak oprit jembatan Sungai Salim sejak Kamis (14/1/2021) pagi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.Banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (15/1/2021). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama)

Bagus mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan dirinya bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke Kalsel besok. Selain itu, mereka akan mengunjungi Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang terdampak gempa bumi.

"Besok, sesuai perintah Presiden, Panglima TNI dan kami akan bertolak menuju Kalsel dan Mamuju," tuturnya.

Bagus juga memberikan kabar terbaru proses evakuasi di Mamuju, Sulbar, yang terdampak gempa. Saat ini kondisi cuaca di sana sedang hujan sehingga evakuasi dihentikan sementara.

"Bahwa saat ini perkembangan di Mamuju, cuaca di Mamuju saat ini hujan. Operasi pencarian atau SAR, evakuasi di Mamuju sementara dihentikan dan begitu cuaca membaik akan dilanjutkan," ucap Bagus.

Warga mengamati Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi,  di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021). Petugas BPBD SUlawesi Barat masih mendata jumlah kerusakan dan korban akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Tado/wpa/hp.Warga mengamati gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak akibat gempa bumi, Jumat (15/1/2021). (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Sementara itu, evakuasi korban juga masih dilakukan di Sumedang, Jawa Barat, yang terkena bencana longsor. Bagus meminta doa agar operasi SAR berjalan dengan lancar.

"Daerah longsor di Sumedang seperti yang kami laporkan tadi siang masih terus dilakukan upaya evakuasi korban yang ada. Saya kira itu yang bisa saya laporkan. Mohon doanya semoga operasi SAR tetap lancar dan bisa diselesaikan," pungkasnya.

Longsor melanda Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang pada Sabtu (9/1) lalu. Kejadian itu mengakibatkan 14 rumah rusak tertimbun material longsor.Tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang pada Sabtu (9/1). Kejadian itu mengakibatkan 14 rumah rusak tertimbun material longsor. (Wisma Putra/detikcom)

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meminta laporan terkait perkembangan penanganan banjir. Jokowi memerintahkan jajaran segera mengirimkan bantuan, terutama perahu karet, ke lokasi banjir di Kalsel.

"Ya tadi saya sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan untuk mendapatkan laporan mengenai banjir yang ada di Kalimantan Selatan dan saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, telah memerintahkan juga Panglima TNI dan Kapolri, untuk secepat-cepatnya mengirim bantuan terutama yang berkaitan dengan perahu karet yang sangat dibutuhkan penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan," kata Jokowi dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/1).

Jokowi mengajak masyarakat lebih waspada bencana. Masyarakat juga diminta selalu memperhatikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Sekali lagi saya mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir, longsor, karena bulan-bulan ini terjadi peningkatan curah hujan yang cukup ekstrem, dan perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG," ujar Jokowi.

(isa/isa)