Warga Blitar Duga Ponpes untuk Isolasi Pasien COVID Umum, Ini Faktanya

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 18:06 WIB
Sejumlah warga mendatangi Ponpes Nurul Ulum di Desa Kedungbunder, Blitar, Jatim. Mereka menolak ponpes dijadikan lokasi isolasi pasien umum yang positif COVID-19 (Erliana Riady/detikcom)
Sejumlah warga mendatangi Ponpes Nurul Ulum di Desa Kedungbunder, Blitar, Jatim. Mereka menolak ponpes dijadikan lokasi isolasi pasien umum yang positif COVID-19. (Erliana Riady/detikcom)

Dari rapid antigen yang positif, dilakukan tracing dan testing kepada 163 kontak erat. Hasil swab test sementara ini yang terkonfirmasi positif sebanyak 25 santri.

"Namun, karena ternyata jumlahnya yang positif dan di-swab juga positif ada 25 santri, kami rekomendasikan mereka isolasi di dalam ponpes saja," tutur Krisna.

Sejumlah warga mendatangi Ponpes Nurul Ulum di Desa Kedungbunder, Blitar, Jatim. Mereka menolak ponpes dijadikan lokasi isolasi pasien umum yang positif COVID-19 (Erliana Riady/detikcom)Foto: Erliana Riady/detikcom

Menurut Krisna, kebijakan ini diambil mengingat masih banyak hasil swab santri lain yang belum keluar. Sementara itu, kapasitas gedung LEC di Garum sebagai lokasi isolasi bagi pasien positif COVID-19 tanpa gejala sudah penuh.

"Ya kami harus bertindak cepat. Tidak mungkin mereka menunggu LEC ada tempat. Jadi nanti semua santri Nurul Ulum yang positif isolasinya kami sentralisir di dalam pondok pesantrennya. Tadi itu warga hanya miskomunikasi saja karena pondoknya kan mepet rumah penduduk itu," katanya.

Halaman

(jbr/jbr)