Round-up

4 Kebohongan Prada Ilham Terungkap dari Kursi Pesakitan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 06:33 WIB
Sidang perdana kasus Prada Ilham sebar kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Sidang perdana kasus Prada Ilham sebar kabar bohong hingga picu perusakan Polsek Ciracas (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Prada Muharman Ilham duduk di kursi pesakitan akibat ulahnya membuat berita bohong yang memicu perusakan Polsek Ciracas. Kebohongan-kebohongan Prada Ilham diungkap Oditur Militer di depan majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Anggota TNI yang berdinas di Direktorat Hukum TNI AD (Ditkumad) ini didakwa melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong yang mengakibatkan keonaran. Oditur Militer mengatakan berita bohong yang dibuat Prada Ilham itu membuat ada pengerahan massa yang merusak Polsek Ciracas.

"Bahwa terdakwa pada waktu dan tempat sebagaimana disebut yaitu tanggal 28 Agustus 2020 atau setidaknya bulan Agustus 2020 atau setidaknya tahun 2020 di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa Jakarta Timur atau setidaknya masuk wilayah hukum Pengadilan Militer Jakarta telah melakukan tindak pidana barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan mengakibatkan keonaran di kalangan rakyat dengan cara sebagai berikut," kata oditur militer Salmon Balubun membacakan surat dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).

Massa yang melakukan perusakan Polsek Ciracas itu dipicu adanya pesan di grup Whatsapps yang menyebut Prada Ilham dikeroyok orang tak kenal di Arundina, Cibubur. Padahal, faktanya informasi itu merupakan berita bohong yang dibuat Prada Ilham.

"Hal tersebut telah memicu dan mendorong teman leting dari terdakwa yang tergabung dalam grup WhatsApp itu bertemu dan berkumpul di Arundina untuk melalukan aksi pergerakan untuk melalukan balas dendam mencari orang yang telah melakukan pemukulan terhadap terdakwa. Di Arundina Cibubur, massa sudah berkumpul kurang lebih 100 orang dan suasana sudah memanas dan ada teriakan 'polsek-polsek'. Rombongan bergerak menuju Polsek Ciracas dan melakukan perusakan saat di jalan dengan cara memukul mobil yang melintas dengan kayu melempar dengan batu," ujar Salmon.

"Saat tiba di polsek, rombongan merobek baliho di depan Polsek Ciracas, merobohkan pagar lalu beberapa orang masuk ke lapangan, termasuk Prada Novrendo melakukan perusakan dan memecahkan kaca belakang mobil dinas di Polsek Ciracas dengan kayu dan melakukan pelemparan ke Polsek Ciracas dengan batu menyebabkan kantor pecah ada yang melakukan pembakaran Polsek Ciracas," imbuhnya.

Atas perbuatannya, Prada Muharman Ilham didakwa melanggar Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 atau Pasal 19 ayat 2 UU RI Nomor 1946.

Lantas apa saja kebohongan-kebohongan yang dibuat Prada llham? Berita selengkapnya ada di halaman berikutnya>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3