Kolom Hikmah

Muhasabah: Cara Mengatasi Kerugian

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 05:58 WIB
Aunur Rafiq
Foto: Istimewa
Jakarta - Gaya kehidupan saat ini seakan waktu menjadi semakin cepat berlalu. Kesibukan dan asyiknya seseorang dalam bekerja, sehingga membuat kita kadang lupa waktu untuk beribadah. Oleh karena itu kita simak firman Allah SWT berikut ini, " Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS. al-Ashr : 1-3 ).

Masa yang di dalamnya ada aktivitas manusia, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Allah telah bersumpah dengan masa tersebut bahwa manusia dalam kerugian. Kecuali bagi orang-orang beriman akan terhindar dari kerugian. Juga bagi orang-orang yang mewujudkan bentuk ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan, serta bersabar atas segala cobaan, takdir dan gangguan yang dilancarkan kepada orang-orang yang menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar.

Bagi orang yang tidak beriman pasti akan mengalami kerugian. Mereka ini meniti kehidupan dengan tujuan yang kabur. Setiap berada di persimpangan jalan, mereka senantiasa dalam keraguan. Perang batin antara mempertahankan diri dan golongan, kepentingan bersama dan masyarakat, keadilan dan kebenaran. Berbeda bagi orang beriman yang bisa membebaskan diri dari kebimbangan, yakni dengan menuju keridhaan Allah, tidak peduli orang akan senang atau tidak.

Hal ini sesuai dengan permohonan saat sholat: "Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus. "Yakni jalan yang disebut firman Allah Swt. "Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia: dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertaqwa." (QS. al-An'am : 153).

Betapa bedanya orang beriman yang mempunyai tujuan jelas dan tahu jalan untuk sampai tujuan, lalu mereka merasa tenang dan senang. Bagi yang belum tahu tujuan dan apalagi jalan menuju tujuannya, maka mereka pasti meraba-raba dalam kegelapan dan tidak tahu sampai kapan dan di mana akhir dari perjalanannya.
Dalam meraih keridhaan Allah, bagi orang-orang beriman tidak ada sukar dalam meniti jalan untuk mencapai tujuan. Yang berat dirasakan ringan, yang jauh dirasakan dekat, yang terjal dirasakan mulus dan segalanya dilalui dengan perasaan bahagia.

Dalam kehidupan sehari-hari khususnya di bidang bisnis, bahwa istilah evaluasi merupakan kata kunci untuk menilai kinerja sebelumnya. Hasil penilaian ini merupakan pijakan untuk meningkatkan kinerja jauh lebih baik. Sejak 14 abad yang lampau, ajaran Islam yang disampaikan Muhammad Rasulullah sudah mengenalkan istilah dan makna "muhasabah", maksudnya adalah introspeksi.

Bagi orang yang beriman muhasabah merupakan tindakan melihat kembali amalnya setiap saat, baik berupa kebaikan atau keburukan, berupa kebenaran maupun kesalahan, berupa dosa maupun pahala. Ia akan bersyukur atas kebaikan yang muncul dan beristiqfar untuk menghilangkan dosa dan kekeliruan, bertobat dan menyesal. Intinya ada niat untuk memperbaiki kesalahan.

Muhasabah bagaikan lentera di dalam dimensi internal seorang mukmin. Fungsinya bisa kita anggap sebagai penasihat terpercaya dalam hati. Nasihatnya bisa membedakan antara kebaikan dengan kejahatan, antara yang baik dan yang buruk, antara yang disukai Allah dengan yang tidak disukai-Nya. Bersama penasihat yang baik ini, seseorang dapat melewati berbagai rintangan untuk kemudian mencapai tujuannya tanpa memperdulikan aral yang merintanginya.

Dengan bermuhasabah sebagai alat kalibrasi menuju ibadah lebih baik, seorang yang beriman tentu akan terhindar dari kerugian seperti firman Allah tersebut di atas. Semoga kita bisa menggunakan alat ini tidak hanya untuk kepentingan bisnis, namun lebih dalam untuk memperbaiki kualitas ibadah, sebagaimana kita menunaikkan hak-hak Allah Swt.

Aunur Rofiq

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

Sekjen DPP PPP 2014-2016

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)--

(erd/erd)