Bupati Manggarai Barat Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pengalihan Tanah

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 20:12 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menetapkan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla dan 15 orang lain sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengalihan tanah di Labuan Bajo. Dugaan korupsi Bupati Manggarai Barat ini ditaksir menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3 miliar.

"Pada hari ini, Kamis, tanggal 14 Januari 2021, tim penyidik Kejati NTT telah menetapkan 16 orang tersangka di 3 wilayah, yaitu Jakarta, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kota Kupang, yang sekaligus dilakukan penahanan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan aset tanah pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat seluas ± 30 ha, yang terletak di Karangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan komodo, Kabupaten Manggarai Barat," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim, dalam keterangan pers tertulis, Kamis (14/12/2021).

Hakim mengatakan, meski telah menyandang status tersangka, Bupati Manggarai Barat belum dilakukan penahanan. Namun untuk 13 tersangka lainnya sudah ditahan di Kupang.

"Iya betul. Jadi tersangka namun belum dilakukan penahanan. Ditahan 13 tersangka semuanya di Kupang," katanya.

Selain ACD, para tersangka lain ialah AN, AS, AR, EP, HS, MN, MDR, A alias Unyil, VS, TDKD, DK, dan ST. Kemudian ada tersangka yang berasal dari Kupang, yaitu berinisial CS dan MN serta dari Jakarta berinisial MA.

Halim menjabarkan, dalam kasus ini, penyidik juga menyita tanah seluas 30 hektare. Penyidik, kata hakim, juga turut menyita dua hotel.

"Telah melakukan penyitaan sejumlah uang, aset tanah seluas ± 30 ha serta dua buah hotel," ungkapnya.

Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa 102 orang saksi dan 5 ahli. Karena alat bukti dirasa cukup, penyidik kemudian menetapkan tersangka dan melakukan penahanan.

"Proses penyidikan tersebut tim penyidik setelah melakukan pemeriksaan terhadap 102 orang saksi dan 5 orang ahli," katanya.

Selengkapnya simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2