Round-Up

Kritik dan Pembelaan Saat Ribka Tjiptaning Tolak Divaksin Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 07:04 WIB

Namun, meski memberikan penjelasan, Hasto ternyata juga telah menegur Ribka Tjiptaning atas pernyataannya. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ribka Tjiptaning. Tak hanya itu, Ribka juga mengaku mendapat sindiran dan nyinyiran dari rekan-rekan sefraksinya.

"Saya diledekin tuh di WA fraksi saya PDI Perjuangan, nyinyir semua 'saya siap divaksin' karena nyindir saya, karena saya nggak mau divaksin," kata Ribka Tjiptaning dalam rapat kerja Komisi IX bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Pembelaan Ribka Tjiptaning

Ribka Tjiptaning sendiri sudah menjelaskan alasannya menolak divaksinasi. Menurutnya, latar belakangnya sebagai dokter menjadi landasan atas pilihannya menolak vaksinasi COVID-19. Dia mengaku latar belakangnya itu membuat dirinya tidak akan mudah menerima sesuatu apa pun terkait kesehatan.

Politikus PDIP itu menyebut pihak Bio Farma belum mengeluarkan tahap uji klinis ketiga terkait vaksin Corona. Dia kemudian menyoroti kejadian vaksin polio dan vaksin kaki gajah, yang disebutnya sempat memakan korban di Tanah Air.

Ribka Tjiptaning juga menegaskan tidak bermaksud memprovokasi orang lain dengan penolakannya. Dia mengatakan, penolakan untuk divaksinasi itu demi kepentingannya sendiri.

"Nah jadi saya kan juga ya sudahlah nggak ngajakin orang sih. Nggak provokasi orang, tapi aku paling tidak keluargaku. Karena aku ngomong di rapat. Jadi dianggep aku provokasilah ngajak orang begini. Itu kesalahan saya di situ," ujar Ribka Tjiptaning di gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Ribka Tjiptaning juga menilai dirinya berhak memiliki pendapat yang berbeda terkait vaksinasi COVID-19. Terlebih, menurutnya, World Health Organization (WHO) juga sudah mengeluarkan aturan bahwa pemaksaan terhadap vaksinasi sebagai pelanggaran HAM.

"Karena nanti kalau saya sudah menganggap itu saya yakin, baru. Boleh dong. Itu kan sekarang kan WHO juga sudah ngeluarain kalau pemaksaan itu melanggar HAM. WHO sekarang sudah ngeluarin itu, melanggar HAM itu pemaksaan," kata Ribka.

Halaman

(mae/man)