Green Pramuka Dijadikan Apartemen Tangguh Pascatemuan Prostitusi

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 21:04 WIB
Kombes Hengki Haryadi gantikan Kombes Heru Novianto sebagai Kapolres Jakarta Pusat
Kombes Hengki Haryadi. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polisi membongkar praktik prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat. Usai mengamankan 47 orang dan menetapkan 8 tersangka, polisi memulai melakukan sejumlah program sebagai langkah antisipasi ke depannya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya akan membuat Apartemen Tangguh di lokasi prostitusi tersebut.

"Kita akan buat Apartemen Tangguh dalam hal mengatasi sosial ekonomi yang saat ini masyarakat hadapi di tengah pandemi COVID-19. Apartemen ini nantinya memiliki peran sentral dalam hal menekan penyebaran COVID-19 di Jakarta Pusat," kata Hengki dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1/2021).

Menurut Hengki, di Apartemen Tangguh tersebut pihaknya akan membuat serangkaian program yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi virus Corona. Lewat program tersebut, sambung Hengki, pihaknya berharap permasalahan sosial berupa tindak kriminalitas dan sekaligus penyebaran virus Corona dapat ditekan di Jakarta Pusat.

"Di Apartemen Tangguh nantinya juga akan membantu masalah ekonomi sosial yang terjadi di masyarakat. Kita akan berusaha keras, demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan dampak sosial ekonominya," jelas Hengki.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya akan menekankan koordinasi kepada pengelola apartemen agar bisa melakukan pengawasan secara lebih ketat lagi.

"Bukan kali pertama apartemen dijadikan tempat prostitusi. Ini rentan sekali. Kami akan terus mencoba mengedukasi masyarakat terutama muda-mudi terkait prostitusi online yang jelas melanggar hukum," terangnya.

Untuk diketahui, polisi telah membongkar praktek prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat. Saat dilakukan penggerebekan pada 9 Januari 2021, 47 orang diamankan di lokasi.

Dari 47 orang tersebut, 12 di antaranya masih berusia di bawah umur. Polisi pun telah menetapkan 8 tersangka dari kasus tersebut.

Head of Communications Green Pramuka City, Lusida Sinaga menjelaskan penyebab dari terjadinya praktik prostitusi online di Apartemen Green Pramuka. Dia mengatakan hal tersebut ditengarai dari adanya sewa apartemen harian secara ilegal.

"Salah satu penyebab terjadinya kasus prostitusi online adalah dikarenakan pemilik lewat broker-broker ilegal menyewakan unitnya secara harian, bahkan acapkali pemilik tidak mengetahui bahwa unitnya disewakan secara harian," kata Lusida dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/1/2021).

Lusida menambahkan pihak Green Pramuka City tidak pernah melakukan penyewaan secara harian untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang mengandung kriminalitas.

Selain itu, Lusida mengaku mengapresiasi atas kinerja kepolisian yang telah membongkar praktik prostitusi tersebut. Dia menyebut pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan bersikap kooperatif bersama aparat untuk mengantisipasi praktik prostitusi tersebut berulang di tempatnya.

"Ke depannya kami akan terus melakukan kerja sama dan sidak bersama pihak-pihak terkait untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan hunian Green Pramuka City. Selain dengan 3 Pilar, kami juga menandatangani kerja sama dengan BNN dalam masalah narkoba serta pihak Imigrasi dan Polres dalam masalah WNA ilegal," tutur Lusida.

(mei/mei)