Polisi Bongkar Prostitusi Online di Green Pramuka, Ini Tanggapan Pengelola

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 15:27 WIB
Rilis kasus prostitusi online di Apartemen Green Pramuka (Dok. Polres Jakpus)
Rilis kasus prostitusi online di Apartemen Green Pramuka (Dok. Polres Jakpus)
Jakarta -

Polisi membongkar praktik prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat, dengan mengamankan total 47 orang dan 8 menjadi tersangka. Pihak pengelola angkat suara terkait pengungkapan kasus tersebut.

Head of Communications Green Pramuka City, Lusida Sinaga, menjelaskan salah satu penyebab terjadinya praktik prostitusi online di Apartemen Green Pramuka. Dia mengatakan hal tersebut ditengarai dari adanya sewa apartemen harian secara ilegal.

"Salah satu penyebab terjadinya kasus prostitusi online adalah dikarenakan pemilik lewat broker-broker ilegal menyewakan unitnya secara harian, bahkan acapkali pemilik tidak mengetahui bahwa unitnya disewakan secara harian," kata Lusida dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/1/2021).

Lusida menambahkan pihak Green Pramuka City tidak pernah melakukan penyewaan secara harian untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur kriminalitas.

"Green Pramuka City juga memiliki agen resmi dalam hal penyewaan, tetapi tidak menyewakan secara harian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik untuk kegiatan prostitusi maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan keresahan," terang Lusida.

Selain itu, Lusida mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah membongkar praktik prostitusi tersebut. Dia menyebut pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan bersikap kooperatif bersama aparat untuk mengantisipasi praktik prostitusi tersebut berulang di tempatnya.

"Ke depannya kami akan terus melakukan kerja sama dan sidak bersama pihak-pihak terkait untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan hunian Green Pramuka City. Selain dengan 3 pilar, kami juga menandatangani kerja sama dengan BNN dalam masalah narkoba serta pihak Imigrasi dan Polres dalam masalah WNA ilegal," tutur Lusida.

Untuk diketahui, polisi membongkar praktik prostitusi online di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat. Delapan tersangka dari kasus tersebut berinisial SDQ (23), SE (16), GP (23), AM (DPO), MTW (DPO), FR (DPO), RND (DPO), dan SRL (DPO).

Kasus tersebut bermula dari laporan salah satu korban yang masih berusia 13 tahun. Pada September 2020, korban diajak oleh salah satu tersangka berinisial SDQ dan dijanjikan akan diberikan pekerjaan sebagai pelayan toko.

Tersangka sempat meminta izin kepada orang tua korban. Tanpa curiga, orang tua korban mengizinkan anaknya dibawa oleh tersangka SDQ. Namun korban justru diminta melayani tamu berhubungan intim. Praktik prostitusi online tersebut disebut digunakan lewat aplikasi MiChat.

Saat melakukan penggerebekan di lokasi tersebut pada Sabtu (9/1), polisi mengamankan 47 orang dengan 12 perempuan di antaranya masih berusia di bawah umur.

(ygs/gbr)