MUI Tetapkan Vaksin Sinovac Halal, Wamenag: Hentikan Polemik Halal-Haram

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Jan 2021 14:03 WIB
Zainut Tauhid
Wamenag Zainut Tauhid (Foto: istimewa)
Jakarta -

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin COVID-19 yang diproduksi Sinovac halal. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menilai penetapan halal itu adalah bagian dari ketaatan akan regulasi.

"Kami tentu mengapresiasi Komisi Fatwa MUI. Penetapan halal ini juga bagian dari bentuk ketaatan terhadap amanat regulasi," kata Zainut di Jakarta, seperti dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Minggu (10/1/2021).

Zainut menyebut mengenai halal tersebut diatur dalam pasal 33 UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penetapan fatwa halal itu dikeluarkan oleh MUI.

Ketentuan yang sama juga ada dalam pasal 33 UU Cipta Kerja. Dalam pasal itu dijelaskan penetapan kehalalan produk dikeluarkan oleh MUI melalui Sidang Fatwa Halal.

"MUI sudah menetapkan kehalalan vaksin Sinovac. Saya harap masyarakat menghentikan polemik tentang halal dan haram vaksin ini," tutur dia.

Zainut mengatakan fatwa halal ini akan menjamin bahwa vaksin COVID-19 yang diproduksi China itu terbebas dari unsur najis.

"Apalagi, fatwa MUI menegaskan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Artinya, bahan yang digunakan dalam proses pembuatan vaksin terbebas dari unsur najis," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2