GeNose Banjir Pesanan, Ganjar: Saya Siap Upayakan Pendanaan

Yudistira Imandiar - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 20:06 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap mendukung pengembangan alat pendeteksi COVID-19 GeNose C19 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dukungan yang dimaksud Ganjar itu mencakup urusan pendanaan program pengembangan GeNose C19 tersebut.

"Saya akan dukung penuh pengembangan GeNose, karena ini karya anak bangsa. Bahkan untuk pengembangannya ke depan, saya siap mengupayakan pendanaan agar produksinya semakin meningkat," ungkap Ganjar dalam keterangannya, Sabtu (9/1/2020).

Dia mengatakan suntikan modal dibutuhkan agar UGM dapat melanjutkan program tersebut. Ganjar menyebut pesanan GeNose C19 terus meningkat setelah resmi diluncurkan, sehingga dibutuhkan modal untuk memproduksi massal.


"Alumni UGM kan banyak, bisa kita minta gotong royong membantu pengembangan dan produksi alat ini. Ini bukan sesuatu yang sulit, pasti mereka semua mendukung," seru Ganjar.Ganjar yang merupakan Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) menyatakan bakal mengajak seluruh alumni UGM untuk mengumpulkan donasi guna membantu mengembangkan GeNose.

Menurutnya, alat seperti GeNose C19 sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi saat ini. Selain harganya murah, alat ini bisa dengan cepat mendeteksi COVID-19 hanya dengan hembusan nafas dan dalam waktu sekitar tiga menit.

"Saya membayangkan, jika semua Puskesmas di Indonesia memiliki alat ini, maka proses tracing akan semakin cepat dan para surveilans yang bekerja di lapangan akan sangat terbantu dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kalau negara memerintahkan seluruh daerah menggunakan ini, maka surveilans akan jauh lebih baik dan coverage pengecekan di Indonesia untuk mengetahui berapa yang terpapar akan jauh lebih cepat," papar Ganjar.

Sementara itu, Ketua Tim GeNose C-19 Prof Kuwat Triyana merinci per 31 Desember 2020 lalu, pesanan yang masuk menyentuh 10.760 unit. "Kebanyakan dari industri dalam negeri, seperti Pertamina yang punya mobilitas tinggi. Ada juga dari perusahaan telekomunikasi, kereta api dan lainnya," urai Kuwat.

Disampaikan Kuwat saat ini pihaknya baru memproduksi sekitar seratusan GeNose. Hal itu dikarenakan izin edar yang baru keluar pada 24 Desember lalu.

"Meski begitu kami akan terus mengupayakan peningkatan produksi GeNose. Ditargetkan pada bulan Januari ini kami bisa memproduksi 5000-10.000 unit, dan akan meningkat di bulan-bulan selanjutnya," pungkasnya.



Simak Video "GeNose, dari Alat Test Uji Halal Jadi Pendeteksi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)