FPI Sebut Sumber Komnas HAM soal 6 Laskar Ditembak dari 1 Pihak, Faktanya?

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 16:21 WIB
Petugas dari Komnas HAM dan Bareskrim Polri memeriksa mobil laskar FPI di Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).
Petugas dari Komnas HAM dan Bareskrim Polri memeriksa mobil laskar FPI di Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020). (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Berdasarkan catatan detikcom, Sabtu (9/1/2021), Komnas HAM sudah mulai menyoroti kasus ini sejak Senin, 7 Desember 2020. Pada hari-H kejadian tembak-menembak antara laskar FPI dan polisi itu, Komnas HAM langsung membentuk tim investigasi.

Komnas HAM melakukan proses pemeriksaan secara intensif hingga akhirnya hasil investigasi tersebut diumumkan pada Jumat (8/1) kemarin. Betulkah Komnas HAM hanya punya sumber tunggal dalam investigasi kasus yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 tersebut?

Kapolda Metro dan Dirut Jasa Marga

Berdasarkan catatan detikcom, pihak pertama yang dimintai keterangan oleh Komnas HAM ialah Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Direktur Utama PT Jasa Marga Subakti Syukur. Saat itu Komnas HAM menyatakan pemanggilan Fadil dan Subakti untuk melengkapi data yang sudah dikantongi.

"Permintaan keterangan ini guna melengkapi berbagai informasi yang telah didapat dan sedang didalami. Semoga pihak dapat bekerja sama untuk membuat terangnya peristiwa," kata komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Choirul anam dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (10/12/2020).

Pemeriksaan pun terus berjalan. Kapolda Metro Jaya memenuhi panggilan Komnas HAM pada Senin, 14 Desember 2020. Saat itu Komnas HAM hendak menggali soal konstruksi peristiwa terjadinya aksi tembak-menembak laskar FPI dengan polisi.

Sementara itu, Dirut Jasa Marga juga diperiksa diperiksa soal gangguan CCTV di TKP penembakan laskar FPI. Pihak Jasa Marga kembali diperiksa Komnas HAM terkait CCTV di lokasi pada 17 Desember 2020.

Anggota FPI Diperiksa

Selanjutnya, Komnas HAM memeriksa anggota FPI untuk mendalami persoalan foto-foto kondisi jenazah laskar FPI yang disebarluaskan oleh beberapa pihak. Komnas HAM mengaku sudah mendapatkan foto-foto tersebut. Komnas HAM juga sudah meminta keterangan kepada tiga dokter yang terlibat proses autopsi para jenazah di RS Polri.

"Hari ini yang sedang ongoing process dari FPI dari masyarakat. Ini sedang ongoing process untuk kami periksa sejak pagi tadi," ucap komisioner Komnas HAM Choriul Anam di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2020).

"Walau kami sudah mendapatkan informasinya, memang ada baiknya kami dapatkan langsung dari teman-teman itu agar sebagai satu proses penyelidikan ini memiliki satu pijakan yang kuat," tambahnya.

Dokter Autopsi Jenazah

Komnas HAM juga sempat memeriksa tim dokter yang mengautopsi enam anggota laskar FPI. Ada empat dokter yang hadir dalam pemeriksaan di Komnas HAM, tiga dokter yang langsung melakukan autopsi dan satu dokter pimpinannya.

"Begini, karena Komnas HAM itu juga berproses terhadap autopsi itu, yang kami dapatkan salah satunya jamnya tubuhnya. Jadi kalau misalnya jamnya antara mayat atau jenazah yang umurnya satu jam dengan yang umurnya satu hari pasti jenazahnya berbeda, posisinya berbeda, apakah sudah keluar lebam mayat pasti berbeda," kata komisioner Komnas HAM Choirul Anam di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2020).

Ia menyebutkan dokter menyampaikan terkait posisi, kondisi, waktu, dan temuan-temuan tim yang melakukan autopsi. Hal tersebut dinilai berpengaruh terhadap munculnya lebam pada jenazah.

"Jadi kapan mulai mati sehingga itu berkonsekuensi terhadap posisi jenazahnya apakah muncul lebam luka, lebam mayat, gitu-gitu ada," ujarnya.

FPI Sodorkan Bukti ke Komnas HAM

FPI sempat mendatangi Komnas HAM bersama perwakilan keluarga dari enam anggota laskar yang tewas. Kedatangannya itu untuk menyerahkan bukti yang dikumpulkan FPI atas kasus penembakan enam anggota laskar di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Pantauan detikcom, Senin (21/12/2020), rombongan tokoh-tokoh FPI tiba terlebih dahulu pukul 09.45 WIB. Tokoh-tokoh FPI yang hadir antara lain Ketum PA 212 Slamet Ma'arif, Habib Hanif Alatas, Yusuf Martak, Habib Muchsin, dan Edy Mulyadi. Turut mendampingi mereka politikus PKS Mardani Ali Sera. Hadir pula Wasekjen FPI Aziz Yanuar dan Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro.

Komnas HAM menyatakan akan menindaklanjuti laporan FPI tersebut. Komnas HAM menyebut dalam proses hukum penembakan enam aggota laskar ini tidak boleh dimaknai sebagai satu proses yang diterjemahkan satu pihak.

"Komnas HAM sudah menerima berbagai informasi, keterangan, dan pandangan hukum dari keluarga, organisasi, tim kuasa yang menurut kami semakin membuat detailnya peristiwa," kata Choirul Anam di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020).

"Ini menjadi atensi kita semua bahwa Komnas HAM memberi atensi khususnya kepada keluarga soal proses hukum dan sebagainya yang nanti kita bahas secara teknis oleh tim hukumnya FPI dalam konteks fair trial dan unfair trial dalam konteks HAM. Penting bagi kita semua memastikan bahwa penggunaan kewenangan tidak boleh berlebihan. Proses hukum juga tidak boleh dimaknai sebagai suatu proses yang bisa diterjemahkan oleh satu pihak," jelasnya.

Komnas HAM Periksa Mobil Polisi dan Laskar FPI

Komnas HAM dan Bareskrim Polri memeriksa barang bukti penembakan yang menewaskan 6 anggota laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. Kedua pihak sama-sama memeriksa mobil yang ditumpangi oleh enam anggota laskar FPI dan Bareskrim Polri saat itu.

Mobil pertama adalah mobil Avanza silver milik polisi. Di tempat itu, polisi menyebut empat anggota laskar ditembak di dalam mobil karena mencoba merebut senjata api milik petugas. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menjelaskan terdapat bekas tembakan di mobil tersebut. Bekas tembakan, ada di dalam dan di luar mobil.

Mobil kedua, merupakan mobil Chevrolet Spin yang ditunggangi enam anggota laskar FPI. Mobil itu digunakan FPI saat terjadi insiden kejar-kejaran di Tol Jakarta-Cikampek. Beka menyebut ada kerusakan di mobil itu. Namun dia tidak ingat apakah ada bekas tembakan di mobil tersebut.

Siapa saja pihak dan alat bukti lain yang diperiksa Komnas HAM dalam penyelidikan tewasnya laskar FPI tersebut?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3