Pengacara Bantah Nurhadi Terima Cek Rp 15 M dari Hiendra Soenjoto

Zunita Putri - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 00:07 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali diperiksa penyidik KPK. Nurhadi menjadi tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.
Foto: Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengacara mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), M Rudjito membantah keterangan saksi dari jaksa KPK bernama Iwan Liman yang menyebut Nurhadi menerima cek Rp 15 miliar dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto. Rudjito bicara kejanggalan di kesaksian Iwan.

"Ya itu nanti kita akan kroscek kepada Hiendra Soenjoto apakah peruntukkannya seperti itu, itu yang pertama," kata Rudjito di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Rudjito juga mempertanyakan keaslian chat yang ditunjukkan jaksa KPK dari Iwan Liman. Dimana chat itulah yang menampilkan percakapan Rezky dengan Hiendra soal pencairan cek Rp 15 miliar untuk Nurhadi.

"Yang kedua, chatnya asalnya kalau nggak salah dari BlackBerry Messenger, tapi Rezky kan sudah tidak memakai Blackberry Messenger. Nanti kita uji saja ketika Hiendra diperiksa sebagai saksi. Saya kira kuncinya di situ, kuncinya di Hiendra," kata Rudjito.

Sebelumnya dalam sidang Iwan menceritakan tentang Rezky yang sering meminjam duit ke Iwan. Singkat cerita, Iwan mengaku pernah menagih uang Rp 10 miliar yang pernah dipinjam Rezky dengan jaminan cek Rp 30 miliar milik Hiendra Soenjoto, dari situlah Rezky menunjukkan chat antara Rezky dan Hiendra.

Dalam chat itu, Rezky meminta Iwan bersabar karena Rezky akan membayar Iwan setelah Hiendra memberikan uang Rp 15 miliar ke Nurhadi.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: