Round-Up

Imbauan Tenang untuk WNI di Paman Sam Saat Capitol Diserbu Massa Trump

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 23:38 WIB
WASHINGTON, DC - JANUARY 06: A pro-Trump protester carries the lectern of U.S. Speaker of the House Nancy Pelosi through the Roturnda of the U.S. Capitol Building after a pro-Trump mob stormed the building on January 06, 2021 in Washington, DC. Congress held a joint session today to ratify President-elect Joe Bidens 306-232 Electoral College win over President Donald Trump. A group of Republican senators said they would reject the Electoral College votes of several states unless Congress appointed a commission to audit the election results.   Win McNamee/Getty Images/AFP
Melihat Lagi Aksi Pendukung Trump Panjat Gedung Capitol AS. (Foto: AFP)
Jakarta -

Aksi penyerbuan Gedung Capitol AS oleh ratusan pendukung Presiden Donald Trump menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia. Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS) diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Awalnya, kongres senat AS untuk mengesahkan kemenangan Biden diwarnai aksi kerusuhan. Kericuhan terjadi saat pendukung Trump memaksa masuk ke gedung Capitol, tempat kongres digelar.

Kerusuhan baru mereda setelah jam malam yang diberlakukan di Washington aktif. Namun, akibat kerusuhan tersebut, seorang wanita dikabarkan tewas tertembak.

Menanggapi peristiwa itu, Komisi I DPR RI mengimbau WNI di AS untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

"Mengimbau agar WNI kita di AS tetap tenang tidak terprovokasi dalam politik dalam negeri AS," kata Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Meutya menilai selama ini AS dianggap sebagai negara yang memiliki sikap demokrasi dan keamanan yang tinggi. Ia pun mengaku kaget serta menyayangkan aksi rusuh terjadi menimpa Gedung Capitol, AS.

Ketua DPP Partai Golkar itu berharap kerusuhan di AS dapat segera diatasi. Sebab, menurut dia, aksi rusuh berpotensi mengganggu kerja sama AS dengan banyak negara, termasuk Indonesia.

Selanjutnya
Halaman
1 2