Komisi VII Dukung Usul Menristek Jadikan GeNose Alat Utama Skrining Corona

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 18:21 WIB
Eddy Soeparno (Foto: Zhacky/detikcom)
Foto: Eddy Soeparno (Foto: Zhacky/detikcom).
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengusulkan GeNose dan rapid test antigen Unpad menjadi alat utama skrining virus Corona. Komisi VII DPR RI mendukung usulan tersebut.

"Saya sepakat dengan pandangan Pak Menristek tentang penggunaan GeNose UGM sebagai alat utama pelaksanaan rapid test," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Sekjen PAN itu menilai GeNose memiliki sensitivitas dan akurasi tinggi. Ia juga menilai GeNose dapat mengeluarkan hasil yang cepat dengan biaya relatif lebih murah.

"Karena di satu pihak tingkat sensitivitasnya tinggi, jadi memiliki akurasi yang tinggi, hasilnya bisa diperoleh dengan cepat, biaya untuk pelaksanaan itu rendah, ya relatif murah, lebih murah daripada antigen, test antigen saat ini ya," ujarnya.

Selain itu, Eddy menyoroti keunggulan GeNose sebagai produk dalam negeri. Menurutnya, penggunaan GeNose sebagai alat screening Covid-19 dapat semakin mengembangkan produsen dalam negeri.

"Dan itu adalah alat buatan dalam negeri. Jadi kita tidak lagi terkendala oleh barang-barang yang harus diimpor. Satu, karena impor akan menghabiskan devisa, dan dua, ya impor itu tidak akan membesarkan produsen dalam negeri. Nah ini adalag produksi dalam negeri yang saya kira perlu di dukung dengan pertimbangan seperti itu," tutur Eddy.

Menurut Eddy, GeNose dapat membesarkan produksi industri dalam negeri apabila dikembangkan. Ia juga menilai GeNose akan menghasilkan dampak positif lain bagi Indonesia.

"Hal ini bisa dikembangkan di dalam negeri, ya bisa membesarkan produksi dan industri dalam negeri apalagi ini buatan universitas, UGM ya, bisa mendatangkan justru menghadirkan tenaga kerja yang dipekerjakan banyak ke orang-orang yang memang butuh pekerjaan saat ini. Jadi menurut saya manfaatnya bisa berlipat-lipat ganda untuk produksi dalam negeri kita," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menerima alat GeNose C19 buatan Univeristas Gadjah Mada (UGM) dan rapid test antigen produksi Universitas Padjajaran (Unpad). Dalam acara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro berharap GeNose dan rapid test antigen Unpad jadi alat utama screening virus Corona.

"Kenapa juga kami memberikan ini ke Pak Menko PMK? Karena Pak Menko bagian komite, harapannya Pak Menko supaya bisa menjadikan baik GeNose dan rapid antigen cepat ini sebagai alat utama untuk melakukan screening rapid test di Indonesia, dan pandangan kami, rapid test atau screening sangat perlu saat ini, di mana kita sangat khawatir peredaran virus cukup cepat," ujar Bambang dalam acara konferensi pers penyerahan alat GeNose C19 secara daring, Kamis (7/1/2021).

(hel/gbr)