Bareskrim Turun Tangan soal Harga Kedelai Naik, Ini Kata Mentan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 12:54 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom).
Mentan Syahrul Yasin Limpo (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo angkat bicara soal keterlibatan tim Satgas Pangan dari Bareskrim Polri soal dugaan penimbunan kedelai imbas kenaikan harga di pasaran. Syahrul menyebut Bareskrim memang selalu melekat dengan kementeriannya.

"Bareskrim itu melekat dengan kita, semua lintas kementerian, Bapak Presiden perintahkan. Negara harus hadir," kata Syahrul di kompleks Kopti, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2021).

Syahrul menilai semua kementerian dan instansi terkait harus bersinergi. Dia juga menyebut TNI turut hadir membantu Kementerian Pertanian dalam masalah kenaikan harga kedelai ini.

"Selama ini TNI mem-back up, nggak pernah berhenti," ujar Syahrul.

Syahrul Yasin Limpo bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meninjau langsung rumah produksi tempe dan tahu di kompleks Kopti, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Syahrul menilai para produsen lokal mengeluhkan soal kenaikan harga kedelai.

"Mereka keluhkan karena harga naik saja, pasokan nggak ada masalah. Oleh karena itu, kalau dia tidak naikkan, jadi rugi," jelas Syahrul.

Sebelumnya diberitakan, Satgas Pangan Bareskrim Polri terjun ke lapangan menelusuri dugaan penimbunan kedelai yang disebut menjadi penyebab kenaikan harga di pasaran. Hingga kini, Bareskrim belum menemukan adanya unsur pidana.

"Jadi saya sampaikan bahwa Satgas Pangan belum menemukan pelanggaran terkait itu," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2