Ditangkap Kejagung, Buron Koruptor Augustinus Judianto Sempat Divonis Bebas

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 10:14 WIB
Augustinus, buronan dengan status terpidana 8 tahun penjara atas korupsi Rp 13 miliar.
Augustinus Judianto saat ditangkap tim Kejagung. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Terpidana korupsi Augustinus Judianto ditangkap Tim Tangkap Buron Kejaksaan Agung di Jalan Widya Chandra VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Augustinus adalah buron dengan status terpidana 8 tahun penjara atas korupsi Rp 13 miliar dan sempat divonis bebas. Seperti apa ceritanya?

Berdasarkan putusan pengadilan yang dikutip dari situs Mahkamah Agung (MA), Kamis (7/1/2021), Augustinus saat kasus tersebut terjadi adalah Komisaris PT Gatramas Internusa. Sedangkan Dirut PT Gatramas adalah Herry Gunawan, yang belakangan meninggal dunia.

Kasus bermula saat Augustinus berkenalan dengan petinggi bank di Sumsel pada Januari 2014. Augustinus sesumbar mempunyai kontrak mengerjakan proyek pemasangan pipa senilai Rp 56 miliar.

Augustinus kemudian melobi bank di Sumsel untuk mau mengucurkan kreditnya ke PT Gatramas guna investasi modal sebesar Rp 36 miliar dan pemasangan pipa Rp 56 miliar. Sebagai jaminan, PT Gatramas menjaminkan tanah dan bangunan di Cianjur. Setelah melakukan serangkaian penelitian, akhirnya kredit cair pada 28 Mei 2014 yang dilakukan dalam beberapa tahap.

Belakangan, PT Gatramas mengalami gagal bayar. PT Gatramas menyurati bank di Sumsel pada 2016 agar diberi kelonggaran pembayaran. Usaha itu gagal. Akhirnya PT Gatramas dinyatakan pailit oleh PN Jakpus pada 7 November 2017.

Saat dilelang, ternyata jaminan properti nilainya jauh di bawah nilai pinjaman. Tanah di Cianjur hanya laku dilelang Rp 171 juta, dan properti lain hanya laku Rp 1,9 miliar.

Atas hal itu, PT Gatramas dinilai merugikan negara mencapai Rp 13,4 miliar. Augustinus dimintai pertanggungjawaban di PN Palembang.

Pada 27 Februari 2020, PN Palembang menyatakan apa dilakukan oleh terdakwa merupakan wanprestasi dan merupakan perbuatan hukum perdata. Karena itu, terdakwa dinyatakan dilepaskan dari segala tuntutan hukum (onslag van recht vervolging).

"Melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum," ucap ketua majelis Erma Suharti dengan anggota Adi Prasetyo dan Saipuddin Zahri.

Simak juga video 'KPK Pelototi Subsidi Gaji, Menaker: Tak Ada Dana Mengendap':

[Gambas:Video 20detik]



Jaksa tidak terima dan mengajukan banding atas vonis Augustinus. Simak di halaman selanjutnya....

Selanjutnya
Halaman
1 2