Lapan Sebut Life Jacket-Wearpack di Kalteng Tak Terkait Puing Pecahan Roket

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 13:30 WIB
Puing pecahan roket China yang ditemukan di Kumai, Kotawaringin Barat, Kalteng (dok. Polda Kalteng)
Puing pecahan roket China yang ditemukan di Kumai, Kotawaringin Barat, Kalteng. (dok. Polda Kalteng)
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan puing-puing yang ditemukan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), merupakan pecahan roket milik China. Namun di sekitar lokasi tersebut turut ditemukan pelampung (life jacket) hingga wearpack.

Kepala Lapan Prof Thomas Djamaluddin mengatakan temuan life jacket dengan wearpack tersebut diduga tidak terkait dengan puing pecahan roket peluncur satelit milik China.

"Barang-barang seperti pakaian juga perlu juga diperiksa, keterkaitan dengan objek tersebut. Kalau itu benar sampah antariksa, mestinya tidak terkait dengan temuan pakaian tersebut," kata Thomas lewat pesan singkat, Rabu (6/1/2021).

Puing pecahan roket China yang ditemukan di Kumai, Kotawaringin Barat, Kalteng (dok. Polda Kalteng)Wearpack dan life jacket ditemukan 500 meter dari lokasi puing logam diduga pecahan roket milik China. (dok. Polda Kalteng)

Dia mengatakan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut terkait penemuan puing maupun pelampung dan wearpack tersebut. Berdasarkan penelusuran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), sebuah kapal besar memang sempat melintas di perairan Indonesia.

"Termasuk keterkaitan dengan barang bertuliskan 'Yuan Wang Hai', kapal yang melintas di Laut Jawa. Karena ditemukan juga barang-barang bertuliskan 'Yuan Wang Hai - Panama'. Kabarnya kapal tersebut melintas dari Selat Lombok, lewat Laut Jawa, terus ke utara," ujar dia.

Sebelumnya, tim gabungan yang mengecek ke lokasi menduga life jacket tersebut tak terkait dengan puing logam yang diduga pecahan roket China. Setelan pelindung thermal dan life jacket yang ditemukan disebut milik Kapal MV Yuan Wang Hai-Panama.

"Diperkirakan life jacket milik kapal MV Yuan Wang Hai-Panama tersebut jatuh di laut atau dibuang oleh penumpang sehingga terbawa arus ombak dan terdampar di pesisir pantai Teluk Ranggau," kata Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah AKBP Devy kepada wartawan, Rabu (6/1).

Menurut Devy, kapal itu berlayar dari Australia ke Vietnam melalui Laut Jawa. Kapal tersebut diperkirakan mencapai Vietnam pada 16 Januari mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun, MV Yuan Wang Hai adalah kapal dengan tipe bulk carrier berbendera Panama. Kapal itu dibuat pada 2011.

Selanjutnya
Halaman
1 2